JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Tolak Gerakan People Power, Ketua PPS Combongan Sukoharjo Serukan NKRI Harga Mati! 

Joko Widoseno. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Joko Widoseno. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Rencana gerakan people power 22 Mei 2019 terus memantik respon penolakan di Sukoharjo. Ketua PPS Kelurahan Combongan, Sukoharjo, Joko Widoseno menyatakan menolak keras gerakan people power terkait hasil Pemilu 2019.

Pernyataan sikap itu disampaikan Jumat (17/5/2019) menyikapi memanasnya situasi dampak isu people power belakangan ini.

Baca Juga :  Innalillahi, Bocah 3 Tahun Meninggal Tenggelam di Saluran Somoulun Miratan Desa Grajegan Kecamatan Tawangsari Sukoharjo

Joko mengaku menolak people power karena bisa mengancam keutuhan NKRI dan kedaulatan bangsa.

“Saya Ketua PPS Kelurahan Combongan menolak keras people power. Kami mendukung persatuan dan kesatuan, NKRI harga mati,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri yang sudah berperan besar sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan sukses tanpa ekses.

Baca Juga :  Update Corona Sukoharjo, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Menjadi 95, Sebaran Masih di 10 Kecamatan

Apresiasi disampaikan lantaran pelaksanaan Pemilu dan Pleno rekapitulasi suara bisa berjalan aman, damai, jujur, adil dan transparan.

“Sukses maju terus TNI dan Polri,” tandasnya. Wardoyo