loading...
Loading...
Foto napi yang ditemukan tewas di Lapas Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen ditemukan tak bernyawa di kamarnya, Kamis (16/5/2019) siang. Napi bernama Muhammad Fatchurrohman (45) itu ditemukan tak bernyawa sesaat setelah apel siang.

Napi kasus penipuan asal Dukuh Sidoreji RT 3/3, Kopen, Teras, Boyolali itu diketahui tewas sekitar pukul 13.15 WIB. Ia ditemukan tak bernyawa dalam posisi tertidur di kamar bloknya.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Blangko SIM di Polres Sragen Sudah Tersedia. Besok 633 SIM Bakal Diantar Langsung ke Alamat Pemohon, Ini Daftarnya! 

Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, korban yang berstatus duda itu ditemukan oleh sesama napi satu kamar. Semula rekan mengira korban tengah tertidur.

Namun ternyata korban sudah tak bergerak tanpa nafas. Hal itu kemudian dilaporkan ke petugas Lapas dan langsung dibawa ke RSUD Sragen.

“Tidak ada keluhan atau tanda-tanda sebelumnya. Pagi masih sempat apel, kemudian siang juga ikut apel dan ngobrol-ngobrol dengan teman sekamar. Pamitnya mau tiduran, ternyata pas dibangunin enggak bergerak. Sempat dibawa ke RSUD tapi sudah meninggal,” papar Kalapas Sragen, Yosef Benyamin Yembise, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga :  Kasus Korupsi Alsintan Sragen Resmi Seret 2 Tersangka Baru. Satu Tersangka Perangkat Desa, Satunya Oknum Pengurus DPC PDIP 

Korban diketahui bekerja sebagai buruh. Menurut Yosef, korban barusaja masuk ke Lapas Sragen pada 24 April 2019 lalu.

Sebelumnya dia merupakan tahanan di Lapas Boyolali yang dilimpahkan ke Lapas Sragen.

Dari register korban di Lapas, dia tersandung kasus penipuan. Dia divonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Baca Juga :  Tim Densus Tangkap 2 Terduga Teroris di Masaran Sragen. Keduanya Adalah Pasangan Suami Istri 

Yosef menegaskan dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Untuk sebab meninggalnya kami masih menunggu. Yang jelas dari pemeriksaan medis tidak ada kejanggalan atau tanda penganiayaan,” tuturnya.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sragen Kota, Iptu Mashadi membenarkan kejadian itu. Wardoyo

 

Loading...