JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Apel Siang, Napi Lapas Sragen Ditemukan Tak Benyawa di Kamar. Baru 20 Hari Diover Dari Boyolali 

Foto napi yang ditemukan tewas di Lapas Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto napi yang ditemukan tewas di Lapas Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen ditemukan tak bernyawa di kamarnya, Kamis (16/5/2019) siang. Napi bernama Muhammad Fatchurrohman (45) itu ditemukan tak bernyawa sesaat setelah apel siang.

Napi kasus penipuan asal Dukuh Sidoreji RT 3/3, Kopen, Teras, Boyolali itu diketahui tewas sekitar pukul 13.15 WIB. Ia ditemukan tak bernyawa dalam posisi tertidur di kamar bloknya.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , korban yang berstatus duda itu ditemukan oleh sesama napi satu kamar. Semula rekan mengira korban tengah tertidur.

Baca Juga :  KKN Kreatif di Masa Pandemi, Mahasiswi UNS asal Sragen Ini Gencarkan Sosialisasi, Baksos Hingga Pasang MMT Cegah Covid di Kampung Sendiri. Tokoh Masyarakat Pun Sampaikan Apresiasi

Namun ternyata korban sudah tak bergerak tanpa nafas. Hal itu kemudian dilaporkan ke petugas Lapas dan langsung dibawa ke RSUD Sragen.

“Tidak ada keluhan atau tanda-tanda sebelumnya. Pagi masih sempat apel, kemudian siang juga ikut apel dan ngobrol-ngobrol dengan teman sekamar. Pamitnya mau tiduran, ternyata pas dibangunin enggak bergerak. Sempat dibawa ke RSUD tapi sudah meninggal,” papar Kalapas Sragen, Yosef Benyamin Yembise, Kamis (16/5/2019).

Korban diketahui bekerja sebagai buruh. Menurut Yosef, korban barusaja masuk ke Lapas Sragen pada 24 April 2019 lalu.

Baca Juga :  Disambut Tepuk Tangan, Bupati Sragen Sampaikan Batalkan Rencana Perobohan dan Pembongkaran Semua Tugu Perguruan Silat. Kapolres Tekankan Semua Jaga Kamtibmas

Sebelumnya dia merupakan tahanan di Lapas Boyolali yang dilimpahkan ke Lapas Sragen.

Dari register korban di Lapas, dia tersandung kasus penipuan. Dia divonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Yosef menegaskan dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Untuk sebab meninggalnya kami masih menunggu. Yang jelas dari pemeriksaan medis tidak ada kejanggalan atau tanda penganiayaan,” tuturnya.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sragen Kota, Iptu Mashadi membenarkan kejadian itu. Wardoyo