loading...
Loading...
Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi saat memimpin apel konsolidasi. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pasca operasi ketupat candi 2019 dan menjelang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres, Polres Karanganyar menggelar Apel Konsolidasi Ops Ketupat candi dan Persiapan PAM Sidang perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) di Mapolres setempat, Kamis (13/06/2019).

Polres Karanganyar bersama TNI dan Instansi terkait siap mengamankan rangkaian proses sidang PHPU.

“Kami akan terus rutinkan patroli dalam skala besar dan ditempat-tempat yang rawan kriminalitas. Di sisi lain, kami juga terus melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat di Karanganyar agar situasi di Karanganyar aman,” papar Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Catur Efendy usai menggelar apel.

Baca Juga :  Miris, Ada Lebih Dari 200 SD di Karanganyar Dilanda Krisis Kekurangan Siswa. Banyak Kursi Kosong, Dinas Sebut Ini Pemicunya 

Pihaknya berharap masyarakat untuk tidak berangkat ke Jakarta terkait untuk sidang di MK. Dia juga berharap masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti biasa.

Sehingga kemanaan dan kenyamaaan akan terus terjaga di Karanganyar.

Sementara dalam pembacaan amanat dari Kapolda Jawa Tengah, Dr Rcyko Amelza Dahniel M.Si oleh Inspektur Upacara, AKBP Catur Gatot Efendi. Dalam amanatnya orang nomor satu di jajaran kepolisian Jawa Tengah tersebut mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran dan instansi terkait bekerja keras dengan penuh keikhlasan pada ops ketupat candi 2019.

Baca Juga :  Buka Musrenbang, Kapolda Jateng Pesan Tingkatkan Kinerja Jajaran 

Dalam evaluasinya, dalam operasi ketupat candi 2019, kejadian kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan 7 persen dari 324 korban menjadi 348 korban. Korban meninggal dalam kecelakaan lalu lintas juga meningkat dari 12 orang menjadi 40 orang atau naik 233 persen.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut, Mobil Colt Ugal-Ugalan Gasak Pemotor Satria Hingga Tewas. Korban Alami Perdaharan dan Patah 

Korban luka berat turun menjadi 16 persen dari 25 orang menjadi 21 orang. Sedangkan korban luka ringan mengalami kenaikan 6 persen dari 430 orang menjadi 456 orang. Sedangkan untuk pelanggaran lalu lintas juga mengalami kenaikan 24 persen dari 3.703 menjadi 4.582 dan teguran juga mengalami kenaikan 17 persen dari 18.105 menjadi 21.151.

“Menjelang dilaksanakannya Sidang PHPU tanggal 14 Juni, Polda Jateng dan TNI serta instansi terkait siap mengamankan proses sidang PHPU,” imbuhnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...