loading...
Loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pengolahan bantuan sapi milik kelompok peternak Ngudi Rezeki Popongan menjadi perhatian. Keberhasikan kelompok tani itu mengembangkan bantuan hibah sapi, membawa mereka maju dalam penilaian lomba kelompok tani dan ternak tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kepada kelompok Ngudi Rezeki, tim penilai menganjurkan penggunaan teknologi pembuatan pupuk cair serta menerapkan estetika kandang.

“Pupuk cair lebih ramah lingkungan. Juga lebih ekonomis. Dalam tinjauan tadi, kami melihat pengolahan limbah sudah dijadikan pupuk. Namun pupuk padat,” kata Ketua Tim Penilai, Abdullah kepada wartawan usai tinjauan ke kandang, kemarin.

Baca Juga :  Miris, Ada Lebih Dari 200 SD di Karanganyar Dilanda Krisis Kekurangan Siswa. Banyak Kursi Kosong, Dinas Sebut Ini Pemicunya 

Dalam tinjauan itu, Abdullah yang menjabat Kepala Balai Budidaya dan Pembibitan Ternak Terpadu Kelas A Disnakeswan Jawa Tengah didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono, Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siti Maesyaroch serta anggota kelompok peternak Ngudi Rezeki yang berlokasi di Kampung Begajah, Kelurahan Popongan, Karanganyar Kota. Tim melakukan kroscek secara administratif maupun faktual di kandang yang memiliki 101 ekor sapi tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, kelompok perlu lebih memperhatikan aspek estetika kandang. Tim menjumpai sisa pakan bercampur kotoran di bagian belakang kandang.

Baca Juga :  Info Terbaru Pengumuman 45 DPRD Terpilih Kabupaten Karanganyar, Begini Pernyataan Ketua KPU

Keberadaannya mengganggu pandangan. Namun demikian, kelompok ini telah menerapkan prinsip agrobisnis dengan membibitkan ternak bernilai jual tinggi.

“Cuma perlu berhati-hati saat membibitkan jenis eksotik (limosin dan peranakan lainnya). Dikhawatirkan muncul gangguan reproduksi. Jarak bunting dengan beranak lebih lama. Lebih mudah reproduksi sapi putih,” katanya.

Kelompok ternak ini maju lomba kelompok ternak sapi potong tingkat Jawa Tengah, bersama dua kelompok dari Kabupaten Grobogan dan Jepara.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara Lomba Kelompok Tani Ternak di Dusun Begajah, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Penyebab Adanya 2.200 Janda Baru di Karanganyar. Faktor Ekonomi dan Selingkuh Jadi Pemicu 

Ketua Kelompok Ngudi Rezeki, Slamet mengatakan jumlah sapi anggotanya bertambah secara signifikan sejak 2013.

“Mendapat hibah 25 ekor dari APBN 2013. Kemudian diberi bantuan APBD 2014 Rp 30 juta untuk membeli tiga ekor. Populasi pada 2017 sebanyak 67 ekor hingga sekarang 101 ekor. Tiap anggota memiliki 3-5 ekor,” katanya.

Di kelompok ini, pendapatan diperoleh dari penjualan anakan ke pedagang atau kelompok lain. Selain itu, menjual kompos ke petani. Wardoyo

 

Iklan
Loading...