loading...
Loading...
Ilustrasi

TASIKMALAYA, Joglosemarnews.com –
Ini benar-tindakan bejat. Pasangan suami istri di Tasikmalaya, Jawa Barat ini menyuguhi konten pornografi pada anak-anak.

Tapi, tontonan itu tidak gratis. Oleh pelaku yang merupakan pasangan suami istri, E (25) dan L (24), anak-anak itu diharuskan membayar Rp 5.000, kopi, rokok hingga mie instan.

Pasangan suami istri itu diduga telah meracuni psikologis enam orang anak di kampungnya. Dimana pasangan itu sengaja mempertontonkan adegan pornografi berupa adegan hubungan intim.

Baca Juga :  Garuda Membolehkan Penumpang Berswafoto, Asalkan ...

Korban yang masih polos diajak melihat adegan suami istri secara langsung dalam kamar rumah pelaku. Kejadiannya saat bulan Ramadan lalu.

“Dampak buruknya, anak-anak berusaha mempraktekan apa yang sitontinnya itu pada anak balita usia empat tahun. Beruntung, tidak sampai jauh karena balita itu hanya diraba-raba saja oleh anak-anak polos ini,” kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.

Baca Juga :  Incar Ketua MPR, Ace Hasan Sindir Partai Gerindra

Menurutnya, efek buruk dari menonton adegan porno itu sangat buruk sehingga anak melakukan tindakan asusila pada anak usia empat tahun.

Dari pengakuan anak-anak, menonton hubungan intim pasangan suami istri sudah lebih dari sekali.

Baca Juga :  Partai Golkar Tengah Siapkan Lima Nama Calon Menteri

Hal itu berakibat buruk, karena anak-anak berusaha ingin mempraktekan apa yang pernah dilihatnya. Atas kondisi itu, para tokoh ulama meminta bantua hukum dan pemulihan psikis dari KPAID untuk korban.

“Para tokoh juga meminta agar pelaku segera diprosea hukum,” ungkapnya. 

www.teras.id

Iklan
Loading...