JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Nongkrong Kemalaman, Seorang Pelajar Bonyok Diserang dan Dikeroyok 30 Pemuda Tak Dikenal di Jembatan Karangkedempel 

Ilustrasi pengeroyokan


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Ilustrasi pengeroyokan

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang pelajar Moh Khairur Rozi (17) warga Desa Pesagi, Kecamatan Kayen, Pati babak belur setelah mendadak dikeroyok puluhan orang.

Insiden itu dialami saat lagi asyik kongkow-kongkow di Jembatan Jaratun turut Dukuh Karangkedempel, desa setempat, Kamis (30/5/2019) malam kemarin.

Tak tahu bagaimana awal dan pemicunya. Korban mendadak didatangi puluhan pemuda tak dikenal. Sontak, para pemuda itu pun langsung memukuli Rozi.

Kapolsek Kayen AKP Tejo Pramono saat di konfirmasi Sabtu (01/06/2019) mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.10 WIB. Saat itu, korban bersama dua orang temannya sedang nongkrong di lokasi kejadian.

Tak berapa lama, tiba-tiba didatangi sekitar 30 orang dari arah barat dan timur dengan menggunakan sepeda motor. Tanpa banyak bicara, kelompok orang ini langsung memukuli dan menendangi korban dan seorang temannya. Setelah itu gerombolan pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.

Baca Juga :  Sejumlah Sentra Vaksinasi di Kota Semarang Ditutup Akibat Menipisnya Stok Vaksin

“Korban mengalami sejumlah luka fisik diantaranya luka pada bagian kepala dan harus dijahit tiga jahitan, serta benjol-benjol. Selain itu, luka lecet dan memar pada tangan kiri-kanan, luka memar punggung atas-bawah, juga luka pada bagian telinga,” katanya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Korban dan seorang temannya kemudian pulang ke rumah dan selanjutnya dibawa ke RSUD Kayen guna mendapatkan penanganan medis.

“Dari keterangan korban, dirinya sempat dipukul oleh pelaku dengan skok sepeda motor dan botol beling bensin,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pengumuman, Mulai Hari Ini Masyarakat di 35 Kabupaten Kota di Jateng Bisa Daftar Vaksinasi Merdeka Candi. Begini Caranya

Sampai saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Wardoyo