loading...
Proses evakuasi lelaki yang nazar di puncak Songolikur, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. BPBD Jepara via Tribunjateng.com

JEPARA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Untuk memenuhi nazar seorang lelaki berinisial NH (35) rela tinggal selama 40 hari di Gunung Muria Puncak Songolikur, Desa Tempur, Kecamatan Keling Jepara.

Setelah tiga minggu tinggal di gunung Muria kondisi NH sudah sangat melemah. Kondisi tersebut diketahui oleh seorang warga dan dilaporkan ke BPBD Jeparam, Sabtu (1/6/2019).

Setelah menempuh perjalanan jalan kaki lebih dari satu jam Satgas BPBD, Timkes, dan relawan PB, berhasil mencapai lokasi korban pada pukul 20.50 WIB.

Usai dilakukan pemeriksaan kesehatan, diketahui kondisi korban sudah sangat melemah.

Meski sebelumnya oleh warga korban enggan diajak untuk turun, namun setelah petugas gabungan melakukan upaya, NH berhasil dan mau dievakuasi.

Baca Juga :  Cerita Api Sisa Tungku Bawa Petaka dan Bikin Geger Warga Satu Desa di Purbalingga

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto, korban diketahui beralamat di Desa Srikandang Kecamatan Bangsri.

Pria tersebut sudah tiga minggu berada di lokasi. Ia nekat melakoni aksinya untuk menunaikan nazar tinggal selama 40 hari di Puncak Songolikur.

Namun disayangkan Arwin, NH dalam melakukan aksinya itu tanpa dibekali dengan perbekalan kebutuhan sehari-harinya.

“Korban sudah berada di lokasi sejak tiga minggu yang lalu. Oleh warga korban sudah dibujuk dan diajak untuk turun akan tetapi menolak, karena bersikeras menyelesaikan nazarnya,” tulis Arwin dalam laporannya.

Dilanjutkannya, Pukul 23.51 tim cepat tanggap darurat kesehatan (PSC 119) Puskesmas Keling I tiba di pos lapangan Balaidesa Tempur.

Baca Juga :  Hasil Visum Ungkap Misteri Kematian Wanita LC Cantik Karaoke Bandungan Yang Tewas Bersimbah Darah di Kosnya. Polisi Pastikan Korban Tewas Karena Ini!

Korban langsung mendapatkan diberikan pertolongan medis, dan dipertemukan dengan keluarganya.

Didampingi keluarga dan tim gabungan, NH dibawa ke Puskesmas Keling I untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

“Operasi evakuasi ditutup pada 2 Juni 2019 pukul 00.57,” lanjut dia.

www.tribunnews.com