loading...
Foto/Humas Polda

WONOSOBO, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Wonosobo menetakpan nam tersangka penerbangan balon liar dan membahayakan. Dari enam tersangka, dua diantaranya adalah anak dibawah umur berusia 16 dan 17 tahun.

Polres Wonosobo hari ini, Senin (10/06/2019) berencana melimpahkan berkas perkara penerbangan balon udara liar tersebut kepada Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan.

“Keenam tersangka kami amankan di sekitar masjid Nurul Huda, Dusun Pucungsari RW 03 RT 04 Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto,” papar Kapolres dilansir Tribratanews.

Mereka diamankan sesaat setelah menerbangkan balon tanpa ditambat yang telah mencapai ketinggian 200 meter.

“Dari keenam tersangka tersebut dua diantaranya adalah anak dibawah umur,16 dan 17 tahun,” beber Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras.

Kapolres juga mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada saksi-saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa sumbu.

Serta kompor yang digunakan untuk pengisian udara di balon yang telah diterbangkan para pelaku tanpa ditambatkan.

Dalam kasus balon liar ini kepolisian hanya melakukan penanganan awal dengan melakukan skets tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan berita acara perkara (BAP) TKP. Karena kasus tersebut merupakan lex specialis maka yang bisa melakukan penyidikan dari PPNS Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  Banjir Pekalongan Bikin Kapolda Jateng Tergerak Sambangi Pengungsi. Total 1.587 Warga Mengungsi, Empat Kecamatan Masih Terendam

“Pelanggaran penerbangan balon udara liar, sesuai Pasal 399 UU Nomor 1 Tahun 2009, menjadi kewenangan dari PPNS Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan PPNS Kementerian Perhubungan yang berada di Surabaya untuk pelimpahan berkas perkara tersebut dan dalam waktu dekat berkas perkara akan segera diserahkan.

Dalam kesempatan penertiban balon udara pada momen Lebaran 2019, hingga H+4 Lebaran ini pihaknya telah mengamankan sebanyak 33 balon udara.

Penerbangan balon udara ini dilakukan secara liar oleh warga atau tidak ditambatkan menggunakan tali.

“Sampai hari ini, sebanyak 33 balon udara liar kami amankan. Ada balon yang baru akan diterbangkan dan ada yang ditemukan di hutan. Menerbangkan balon udara saat Lebaran sudah menjadi tradisi di Wonosobo, tetapi kami mengimbau agar dalam menerbangkan balon udara tersebut harus sesuai aturan yang telah disosialisasikan, yaitu ditambatkan menggunakan tali dengan ketinggian maksimal 150 meter sehingga tidak membahayakan keselamatan penerbangan,” terangnya.

Baca Juga :  Mesin ATM BCA di Muntilan Ternyata Digasak Dengan Cara Didorong ke Mobil. Pelakunya 4 Orang, Isi Uangnya Rp 800 Juta

Meski berkas enam tersangka penerbang balon udara tradisional yang tidak sesuai aturan akan dilimpahkan Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan, sampai hari ini keenam tersangka tersebut tidak ditahan di Polres Wonosobo, tetapi mereka dimintai untuk wajib lapor di Polres Wonosobo setiap Senin dan Kamis. Wardoyo