JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sering Bikin Onar dan Meresahkan, Pemuda Asal Gesi Sragen Ditangkap Polisi. Sempat Berontak Saat Diamankan

Ilustrasi Tim Polsek saat mengevakuasi pemuda yang sering bikin onar dan mengamuk. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi Tim Polsek saat mengevakuasi pemuda yang sering bikin onar dan mengamuk. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang pemuda di Gesi terpaksa diamankan polisi lantaran dilaporkan sering membuat onar dan mengamuk. Pria bernama Solikin (35), warga Dukuh Kopen, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi itu diamankan oleh sejumlah anggota Polsek, Sabtu (22/6/2019) sore.

Solikin terpaksa diamankan lantaran dilaporkan sering mengamuk dan mengancam keselamatan. Tak hanya terhadap keluarganya, pria itu juga tak jarang mengamuk dan menyasar warga yang ditemuinya.

Data yang dihimpun di lapangan, penangkapan Solikin dipimpin langsung Kapolsek Gesi Iptu Teguh Purwoko. Mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, Iptu Teguh mengungkapkan penangkapan Solikin dilakukan atas laporan dari warga.

Baca Juga :  Astagfirullah, Begini Penampakan Mobil Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Pekalongan Yang Tewas Kecelakaan Maut di Tol Sragen

“Yang bersangkutan sering mengamuk dan mengancam keselamatan warga. Sehingga pihak keluarga pun mengikhlaskan untuk kami amankan,” jelasnya Kapolsek.

Namun penangkapan tak berjalan semulus yang dibayangkan. Melihat kedatangan polisi, Solikin sempat memberontak dan melawan petugas.

Namun berkat kesabaran dan ketenangan polisi, ia berhasil diamankan tanpa ada yang terluka.

Selesai diamankan, Solikin lantas dinaikkan ke mobil patroli polisi. Atas persetujuan keluarga dan warga, ia kemudian dibawa ke RSJ Surakarta untuk mendapatkan penanganan intensif.

Baca Juga :  (Bag 4) Kisah Haru Perjuangan Ervan,  Bocah Asal Sragen 11 Tahun Hilang di Jakarta Akhirnya Bisa Bertemu Keluarganya. Lepas dari Sindikat Pengamen Berkat Razia Satpol PP, Sempat Punya 4 Nama Hingga 4 Kali Ganti Orangtua Asuh

“Dia terindikasi mengalami gangguan kejiwaan dan jika kambuh sering mengamuk dan meresahkan warga. Tadi diantar ke RSJ bersama keluarga dengan pengamanan ketat dari aparat,” terang Teguh.

Ia menambahkan pengamanan terhadap Solikin hingga memgantar ke RSJ, dilakukan sebagai bentuk respon dan pelayanan cepat atas laporan serta keluhan masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Wardoyo