loading...
Loading...
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pemkab Sragen menjanjikan atlet berprestasi bakal diakomodasi untuk diangkat pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Banyaknya atlet yang hijrah menjadi alasan sehingga prestasi olahraga Sragen makin meredup.

Padahal banyak bibit atlet yang dibina dari Bumi Sukowati berprestasi.

Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)Jawa Tengah akhir 2018 lalu kontingen Sragen hanya berada diperingkat 27 dari 35 kabupaten/kota. Dengan perolehan 5 medali emas, 9 perak dan 13 perunggu.

Oleh sebab itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mematok target pada pengurus KONI yang baru. Yakni harus bisa memperbaiki prestasi Sragen.

“Pada Porprov 2018 kemarin hanya peringkat 27. Paling tidak besok peringkat 20. Saya yakin  bisa tercapai,” pinta Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen, disela pengukuhan Pengurus KONI Sragen, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga :  Ketakutan Permainannya Terbongkar, Napi di Lapas Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ruang Isolasi

Guna memantik prestasi yang lebih baik, Bupati Yuni memberikan sejumlah iming-iming. Di antaranya para atlet berprestasi bisa menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

“Kalau pekerjaan akan kita fasilitasi, karena daerah tidak bisa mengangkat ASN, sekarang terbuka jalur P3K, kemudian yang lain. Paling kita berikan seperti itu, jadi gantungan hidupnya gaji rutin itu harus ada, di samping prestasi,” tandasnya kepada wartawan.

Yuni mengakui, soal pembinaan atlet sudah memberikan hak atlet seusai kemampuan. Berbagai fasilitas olahraga juga telah diperbaiki.

“Kalau dibilang cukup ya cukup, tapi kalau tidak ya tidak. Semampunya kita berikan dan itu dimulai dari sekolah. Sekarang SMA/SMK ada lapangan badminton, futsal, untuk mencari bibit unggul,” katanya.

Baca Juga :  Fakta Baru Dari Penggerebekan Siswi SMP Gemolong Saat Mesum dengan Pacarnya. Ternyata Baru Sebulan Pacaran, Korban Mengaku Kenal Via FB 

Bupati sadar bahwasanya kebutuhan seorang atlet yakni penghasilan yang tetap. Tidak adanya pekerjaan yang menetap menjadi salah satu faktor atlet membela bendera daerah lain.

“Ada yang pindah ke daerah lain. Sebenarnya masalah atlet, setelah berlatih kalau tidak ada event butuh pekerjaan. Dan kalau sekolah pasti pingin diterima di sekolah dan gurunya yang lebih baik.”

Wakil Ketua I KONI Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiana menyayangkan berpindahnya atlet daerah. Ia mengakui migrasi atlet tidak hanya ditingkat kabupaten kota. Namun juga ditingkat provinsi.

“Itu menjadi instrospeksi kita sebagai insan olahraga, baik yang di KONI atau tidak. KONI Jateng mencegah itu. Ada peraturan migrasi ada syarat sendiri tidak serta-merta pindah melepas atlet.”

Baca Juga :  Gagal Terpilih, Cakades di Sepat Masaran  Sebut Satgas Anti Money Politik Hanya Cari Sensasi Jelang Pilkada Sragen!  

Ketua Umum KONI Sragen, Subono menjelaskan, perlu berbagai gerakan untuk mencegah atlet hijrah ke daerah lain. Di antaranya perlunya pendekatan.

“Pendekatan dengan atlet itu sendiri, orang tua, dan dunia pendidikan bagi yang sekolah. Soalnya kalau masalah uang Sragen jelas kalah,” tutur Bono.

Soal peluang kerja Bono mengaku cukup sulit, karena tidak hanya sekedar janji-janji. Namun hal ini menjadi komitmen pemerintah kabupaten. Sementara KONI hanya akan berupaya keras mencetak atlet atlet profesional yang siap membela Sragen.

“Kami akan cetak atlet-atlet kemudian kita serahkan kepada Bupati. Harapannya ada peluang lapangan kerja di daerah. Mohon ada perhatian bagi anak-anak Sragen yang berprestasi,” tandasnya. Wardoyo

Loading...