loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM– Komplotan spesialis pembobol ATM ( Anjungan Tunai Mandiri ) yang berjumlah 5 orang berhasil ditangkap Satuan Rekrim Polres Magelang Polda jateng, dan satu orang masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

Komplotan ditangkap setelah melakukan aksinya di ATM Bank Mandiri di Wilayah Pakis Magelang Minggu, (12/5/2019) silam.

Saat melakukan aksinya salah satu pelaku terekam dengan jelas di pesawat pemantau CCTV, dari petunjuk tersebut Polisi lalu mengidentifikasi dan di lanjutkan mengejar pelaku dan berhasil membekuknya.

Dalam aksinya pelaku menggunakan las guna menlubangi brangkas yang terbuat dari bahan besi baja, tetapi gagal.

“Kita berhasil menangkap dua orang pelaku. Mereka melakukan percobaan pembobolan ATM Bank Jateng di Pakis. Brankas ATM mereka coba bobol menggunakan alat las. Salah seorang pelaku sendiri pernah bekerja di perusahaan dan berpengalaman mengelas. Keahliannya ia gunakan untuk kejahatan,” ujar Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Selasa (18/6/2019) dalam giat ungkap kasus di Mapolres Magelang dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Tragis, Ditinggal Narik Becak, Rumah Ludes Terbakar. Ini Analisa Polisi 

Pelaku Juvan Bahri warga Karangrejo RT 3/RW 03 Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditengkap Kamis,16 Mei 2019 pukul 19.30 WIB dirumahnya.

Setelah dilakukan interograsi kemudian petugas berhasil magkap satu lagi yang bernama Rustanto alias Kento di Dusun Susukan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Semarang, berhasil ditangkap Rabu, 29 Mei 2019, pukul 01.30 WIB di daerah Balamoah, Pangka, Kabupaten Tegal.

Lebih lanjut Yudi menuturkan, pelaku yakni Sigit Purnomo (28), warga Dusun I, Desa Adirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur dan Rustanto alias Kento (34), warga Dusun Susukan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

Dua pelaku lainnya, Ibnu Wahyudi (27), warga Dusun III, Desa Adirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur dan Juvan Bahri (32), warga Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, keduanya diproses dalam kasus serupa di Polres Semarang.

Baca Juga :  Sempat Hilang Semalam, Balita Ditemukan Tewas Mengenaskan di Grojogan Kembangan. Begini Kondisinya

“Satu pelaku lagi, YD dinyatakan masih buronan atau DPO. Untuk itu, sekarang dua pelaku diproses Polres Magelang, dua pelaku lain diproses di Polres Semarang dan seorang masih buron,” katanya.

Kapolres Magelang mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah, petugas mendapati laporan adanya curanmor di RSU Syubbanul Wathon Tegalrejo.

Anggotapun melakukan penyelidikan, pada saat bersamaan ada kejadian kasus percobaan pencurian ATM Bank Jateng, Saat dilidik, pelaku kedua kejahatan tersebut adalah pelaku yang sama.

“Saat kita lidik, kita dapatkan informasi ternyata pelaku ini merupakan pelaku yang sama. Kita pun bekerja sama dengan Polres Semarang dan Polres Tegal melakukan penangkapan di daerah Tegal,” katanya.

Selain membobol ATM, komplotan itu ternyata juga melakukan kejahatan lain yaitu Mereka melakukan pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian sepeda motor (curanmor).

Ada lima TKP kejahatan yang dilakukan kelompok ini, katanya, meliputi tiga kejadian curanmor di Kabupaten Tegal, lima TKP curanmor di Kabupaten Semarang, satu TKP curat di Kabupaten Boyolali, satu TKP curas di Pabelan Kabupaten Semarang dan satu TKP curat di Indomaret Ungaran.

Baca Juga :  Hendak Pesta Sabu, 2 Pemuda Digerebek Usai Transaksi di Minimarket Rembang

Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Bayu Puji Hariyanto, mengatakan petugas kepolisian berhasil mengungkap identitas pelaku.

Mereka dapat dikenali dari kamera pemantau atau CCTV yang terpasang di dalam ruangan ATM.

“Pelaku berhasil ditangkap salah satunya dikenali dari CCTV yang ada. Salah satunya, pelaku ini terekam di CCTV yang ada di ATM,” tuturnya.

Salah seorang pelaku, Sigit Purnomo mengaku, diajak oleh kawannya YD untuk melakukan pembobolan ATM.

Ia mengakui telah melakukan pembobolan ATM sebanyak dua kali di wilayah Ungaran dan Magelang, tetapi tak pernah berhasil membobol brankas ATM.

“Saya cuma diajak teman. Beraksi telah dua kali, namun selalu gagal,” pungkasnya. JSnews

Iklan
Loading...