JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Warga Marah Tahu Bocoran Kenaikan Gaji Menteri

Ilustrasi/tempo.co
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gaji merupakan salah satu hal yang sensitiif. Apalagi, gaji pejabat yang sumber dananya dari rakyat.

Warga Palestina pun sempat marah lantaran tahu adanya kenaikan gaji menteri dan Perdana Menteri, yang mestinya dirahasiakan.

Rahasia negara itu bocor setelah diungkap oleh  situs online misterius yang dikenal dengan nama Melawan Arus.

Situs tersebut mengungkap tentang kenaikan gaji perdana menteri dan menteri Palestina yang dirahasiakan.

Situs Melawan Arus membocorkan dokumen kenaikan gaji pejabat pemerintahan Palestina hingga membangkitkan amarah warga Palestina.

Dua pejabat senior Palestina menyebut kenaikan gaji menteri dan perdana menteri telah mengesampingkan undang-undang yang menetapkan tentang gaji menteri.

Mengutip laporan Al Jazeera, 7 Juni 2019, dokumen yang dibocorkan kelompok misterius itu menunjukkan persetujuan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada tahun 2017 untuk menaikkan gaji bulanan menteri sebesar 67 persen, dari US$ 3 ribu per bulan menjadi US$ 5 ribu per bulan. Adapun gaji perdana menteri naik dari US$ 4 ribu menjadi US$ 6 ribu per bulan.

Baca Juga :  Duh Gusti, Puluhan Napi Wanita Mendadak Diketahui Hamil di Penjara. Padahal Tak Ada Napi Prianya, Hasil Penyelidikan Ternyata Yang Menghamili Ini!

Koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian di Timur Tengah Nickolay Mladenov pada hari Kamis lalu mengatakan, Perdana Menteri Palestina yang baru, Mohammad Shtayye telah menyatakan persetujuannya membatalkan kenaikan gaji perdana menteri dan para menteri.

“Saat #rakyat Palestina berjuang dengan sulitnya perekonomian, saat gaji dipangkas di #Gaza, keputusan seperti itu tidak masuk akal dan membuat rakyat marah,” tweet Mladenov.

“Saya bicara ke @DrShtayyeh yang bersedia mengakhiri praktek ini secepatnya dan menyelidiki.”

Baca Juga :  WHO Berharap Ada Satu Atau Dua Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Massal Sebelum Akhir 2020

Sebelum dokumen ini menyebar di publik, perdana menteri mengatakan pemerintah otoritas Palestina terpaksa meminjam uang dari beberapa bank dalam dua bulan terakhir. Abbas juga telah menyerukan adanya jaring penyelamat finansial saat KTT Arab dan Islam di Mekkah, Arab Saudi.

Bocornya dokumen kenaikan gaji perdana menteri dan menteri Palestina, ditanggapi dengan marah oleh sejumlah rakyat Palestina.

“Semua menteri ini, apa yang telah mereka lakukan untuk melayani rakyat? Mereka hanya peran terhormat saja,” tulis Subhi al-Hamdani.

Palestina mengalami kesulitan keuangan yang parah setelah terjadi sengketa dengan Israel tentang pembagian dari pajak. Amerika Serikat juga telah memangkas ratusan juta dollar bantuan untuk Palestina.

www.tempo.co