loading...
Ubur-ubur yang sempat bermunculan di Pantai Parangtritis. Masyarakat utamanya wisatawan diharapkan untuk waspada terhadap hewan air yang berbahaya ini. Tribunjogja.com/Dokumentasi SAR Parangtritis

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Salah satu kegiatan untuk mengisi libur lebaran adalah dengan bermain ke pantai bersama keluarga ataupun teman.

Salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bantul yang sering menjadi magnet kunjungan wisatawan adalah Pantai Parangtritis.

Destinasi di pantai Selatan Kota Yogyakarta ini menyajikan panorama alam yang Indah.

Saat momen libur lebaran, pantai yang terletak di Kecamatan Kretek ini diprediksi akan ramai oleh pengunjung.

Ramainya kunjungan wisatawan ini bertepatan dengan suhu laut yang dingin.

Suhu laut yang dingin ini biasanya dibarengi pula dengan munculnya ubur-ubur di permukaan pesisir pantai selatan Jawa.

Tak terkecuali di Pantai Parangtritis.

“Di bulan ini sebetulnya dimungkinkan sudah ada potensi binatang ubur-ubur di pantai karena sudah masuk musim dingin. Biasanya, musim ini angin bertiup ke timur. Pasti di wilayah Bantul akan ada binatang ubur-ubur karena memang sudah waktunya muncul,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Dwi Daryanto pada Tribunjogja.com, belum lama ini.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pasien Positif Covid-19 di DIY yang Sembuh Bertambah

Karena ubur-ubur dimungkinkan sudah muncul, Dwi menghimbau kepada wisatawan yang hendak libur lebaran ke pantai untuk selalu waspada.

Apabila ada binatang laut yang bentuknya seperti balon, terlihat indah, itu berbahaya. Kata Dwi.

“Jangan dipegang. Jangan untuk mainan. Karena bisa berdampak pada sengatan. Sengatan [ubur-ubur] ini bisa berakibat fatal,” imbuhnya.

Antisipasi

Ubur-ubur dengan nama lain Schyphozoa memang dikenal karena sengatannya.

Meski tidak mematikan, namun dapat menyebabkan rasa gatal, panas pada kulit hingga berpotensi sesak napas.

Sehingga, kehadiran ubur-ubur tentu akan sangat menggangu kenyamanan wisatawan ketika bermain air laut.

Bagi orang dewasa yang tersengat dan memiliki riwayat penyakit jantung atau sesak nafas dampaknya bisa berakibat fatal.

Mengantisipasi itu, Dwi mengaku menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Menurutnya dari Puskesmas juga akan standby menyiapkan obat-obatan.

Baca Juga :  Gunung Merapi Diperkirakan Masih Bakal Erupsi

Termasuk memasang rambu-rambu peringatan. Meski ada tenaga medis, kesadaran masyarakat untuk hati-hati menurutnya sangat diharapkan.

“Supaya tidak menjadi korban sengatan ubur-ubur saat berlibur,” tutur dia.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul drg Maya Sintowati Pandji mengatakan mengantisipasi terjadinya serangan ubur-ubur kepada wisatawan selama libur lebaran pihaknya akan mendirikan pos kesehatan di Pantai Parangtritis.

Pos kesehatan ini akan didirikan pada H+1 lebaran hingga H+4.

“Apabila nanti ada serangan ubur-ubur kami siap. Segala sesuatunya telah kami siapkan,” ujar dia.

www.tribunnews.com