loading...
Loading...
Ilustrasi kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar mencatat ada sekitar 500 hektare lahan pertanian yang saat ini dalam kondisi kekeringan. Namun demikian, kondisi kekeringan yang terjadi belum masuk kategori parah dan tak sampai mengakibatkan gagal panen.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo, kepada wartawan kemarin.

Ia mengatakan data terkini, jumlah lahan pertanian padi yang masih aman dan bisa panen di musim kemarau ini terdeteksi masih seluas 3.000 hektare. Sementara lahan yang kekeringan terdata ada sekitar 500 hektare.

Baca Juga :  Legi Histories Catatkan Rekor Muri De Tjolomadoe Untuk Lukisan Unik Dari Gulali Rasa Jahe

”Bulan kemarin saja kita bisa memanen sekiar 3.000 hektare,” paparnya.

Dia menjelaskan, 500 hektare lahan kekeringan tersebut kategorinya kekeringan ringan. Artinya masih ada sisa-sisa air yang bisa digunakan untuk menyelamatkan sampai bisa panen.

”Kalau yang berat sementara waktu belum ada. Alhamdulillah kita masih bisa tertolong dan Karanganyar nantinya akan bisa surplus,” paparnya.

Di sisi lain, Supramnaryo juga memastikan menurunnya volume air Waduk Tirtomarto di Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar belum berdampak pada kelangsungan pertanian dan produksi hasil panen petani.

Baca Juga :  Mengupas Mewahnya Spek Mobil Dinas Jeep Rubicon Bupati Karanganyar  Yang Jadi Sorotan Nasional. BBM-nya ke Jogja Sekali Trip Bisa Habis Rp 800.000 

Lahan pertanian padi yang akan dipanen periode April sampai Agustus akan tetap mendapat suplai air. Wardoyo

 

 

Loading...