JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

500 Hektare Lahan Padi di Karanganyar Mulai Dilanda Kekeringan. Debit Sejumlah Waduk Mulai Kritis 

Ilustrasi kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar mencatat ada sekitar 500 hektare lahan pertanian yang saat ini dalam kondisi kekeringan. Namun demikian, kondisi kekeringan yang terjadi belum masuk kategori parah dan tak sampai mengakibatkan gagal panen.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo, kepada wartawan kemarin.

Ia mengatakan data terkini, jumlah lahan pertanian padi yang masih aman dan bisa panen di musim kemarau ini terdeteksi masih seluas 3.000 hektare. Sementara lahan yang kekeringan terdata ada sekitar 500 hektare.

Baca Juga :  Waspada, Mulai Terjadi Transmisi Lokal Penularan Kasus Covid-19 di Karanganyar. Bupati Ungkap 4 Warga Terbaru yang Positif Tertular dari Pasien Positif di 2 Wilayah Ini!

”Bulan kemarin saja kita bisa memanen sekiar 3.000 hektare,” paparnya.

Dia menjelaskan, 500 hektare lahan kekeringan tersebut kategorinya kekeringan ringan. Artinya masih ada sisa-sisa air yang bisa digunakan untuk menyelamatkan sampai bisa panen.

”Kalau yang berat sementara waktu belum ada. Alhamdulillah kita masih bisa tertolong dan Karanganyar nantinya akan bisa surplus,” paparnya.

Baca Juga :  Pantauan Satu Jam Jelang Aksi Demo RUU HIP di Taman Pancasila Karanganyar, SPBU Siwaluh Tutup, Ratusan Aparat Bersiaga

Di sisi lain, Supramnaryo juga memastikan menurunnya volume air Waduk Tirtomarto di Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar belum berdampak pada kelangsungan pertanian dan produksi hasil panen petani.

Lahan pertanian padi yang akan dipanen periode April sampai Agustus akan tetap mendapat suplai air. Wardoyo