loading...
Loading...
Ilustrasi judi dadu. Foto/Tribratanews.polri

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Unit Reserse dan Kriminal Polsek Wonosari Polres Klaten menangkap seorang pengecer judi togel jenis Capjikia yang sedang bertransaksi di Warung Angkringan di daerah Desa Lumbungkerep, Wonosari, Klaten, kemarin sore pukul 16.30 WIB.

Kapolsek Wonosari AKP Widji DM melaui Kanit Reskrim Ipda Suprato mengatakan bahwa pengungkapan tindak pidana perjudian itu berawal setelah jajarannya mendapatkan informasi dari masyarakat setempat.

Baca Juga :  Inovasi Baru, Polda Jateng Launching Aplikasi Pelayanan Bernama Jogo Wargo Jogo Negoro. Dari Layanan Pengaduan Masyarakat Sampai Layanan Penyalahgunaan Narkoba! 

“Ada informasi di warung angkringan di daerah Desa Lumbungkerep, Kecamatan Wonosari, Klaten ada yang melakukan perjudian jenis togel,” Sabtu (27/07/19).

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti anggota unit Reskrim bersama anggota piket jaga siang pada waktu itu dengan melakukan penyelidikan dan pengecekan di lokasi.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar, didapati ada seorang pengecer togel jenis capjikia berinisial S warga Desa Lumbungkerep, sedang bertransaksi di warung Angkringan. Anggota unit Reskrim langsung memeriksa yang bersangkutan dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Baca Juga :  Awas, Hati-Hati Dengan Calon Pembeli Kendaraan di Medsos Yang Pura-Pura Ingin Jajal Motor. Salah-Salah Bisa Begini Jadinya! 

“Dari tangan S petugas mengumpulkan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp.329.000,- , 1 unit handphone Nokia type 150 warna Hitam, 6 bendel keplek pembelian, 2 buah buku rekapan, 1 lembar paito tebakan yang keluar, 1 lembar Syair/Sojin, 1 lembar kertas karbon, 2 buah alat tulis warna hitam dan merah selanjutnya dibawa ke Mapolsek Undaan guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” tutur AKP Anwar.

Baca Juga :  Setan Apa Yang Merasuki Bapak di Magelang Ini. Tega Setubuhi Putrinya Sendiri Yang Masih SMP Berulangkali 

Tersangka saat ini masih dalam proses pemeriksaaan dan akan dijerat dengan pasal 303 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp 25.000.000. JSnews

 

Loading...