loading...
Loading...
Kondisi tiang cor Pasar Sumberlawang Sragen yang mulai rontok. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bangunan Pasar Sumberlawang Sragen tak henti menuai sorotan dan kembali jadi olok-olok. Setelah bocor dan dihiasi banyak retakan di awal peresmian, kini bangunan pasar dua lantai beranggaran Rp 13,7 miliar itu kini memunculkan keresahan baru.

Pilar beton yang ada di pasar induk di Kecamatan Sumberlawang itu dilaporkan mulai rontok. Kondisi itu tak pelak menghadirkan kecemasan di kalangan pedagang dan pengunjung.

“Jelas kami khawatir. Dulu awal-awal sudah banjir dan bocor, lalu dindingnya retak-retak. Sekarang gantian pilar cornya malah rontok dan bolong. Takutnya kalau roboh sewaktu-waktu gimana Mas,” ujar Dwi, salah satu pengunjung, Rabu (24/7/2019).

Rontoknya pilar beton itu juga menjadi sorotan banyak pihak. Anggota DPRD setempat, Muh Haris Effendi menyayangkan kondisi tersebut. Ia meminta agar dinas terkait segera turun tangan.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Mobil Dinas Pemkab Sragen Gasak 2 Motor di Nglorog. Satu Korban Tewas, Satu Patah Kaki 

Rontoknya pilar itu makin menambah panjang kontroversi amburadulnya proyek pasar beranggaran hampir Rp 13,7 miliar yang diresmikan bupati pada Maret 2018 silam itu. Sebelumnya, saat pembangunan, proyek yang dikerjakan oleh kontraktor asal Semarang itu sudah molor hingga dua kali perpanjangan serta kena penalti.

Kualitas pekerjaan pun jadi bahan pembicaraan dan beberapakali dapat teguran. Mulai dari ubin yang hanya ditempel tanpa ada pemadatan di dasarnya, tembok yang mulai retak hingga saluran yang bocor di lantai dua.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan Sragen Tatag Prabawanto melalui Kabid Pasar, Widya Budi tidak menampik adanya kerusakan pada tiang itu. Akan tetapi, menurutnya tiang itu tidak masuk dalam gambar konstruksi dan hanya tambahan.

Baca Juga :  Kisah Korban-Korban Ritual Mesum Berujung Maut di Gunung Kemukus Sragen saat Malam Jumat Keramat. Rata-rata Tewas Usai Kencan, Ada Yang Pakai Obat Kuat!

Dia yang belum lama menjabat di bidang pasar itu mengaku sudah mengecek lapangan dan sudah ada perbaikan. Menurutnya perbaikan dilakukan oleh dinas karena masa pemeliharaan rekanan juga sudah selesai.

“Itu hanya bangunan tambahan dan tidak masuk di gambar. Dan enggak berpengaruh pada konstruksi,” tukasnya. Wardoyo

Loading...