loading...
Loading...
Wakil Rektor I UMS, Dr Muhammad Da’i (berdiri) saat melepas peserta KKN di Boyolali. Foto : JSNews

SUKOHARJO (JOGLOSEMARNEWS.COM)-Sebanyak 496 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Boyolali.  Mereka akan ditempatkan di 12 kecamatan yang tersebar di kabupaten tersebut sejak tanggal 15 Juli 2019 hingga 3 Agustus mendatang.

Pelepasan para peserta Kuliah Kerja Nyata Inter-Professional Education (KKN IPE) berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)  tersebut dilakukan di Pendaphi Gedhe Kantor Pemkab Boyolali, Senin (15/7/2019) yang dihadiri sejumlah pejabat terkait di Pamkab Boyolali serta jajaran pengurus Pimpinan Daerah  Muhammadiyah (PDM) dari kabupaten ini. Tampak pula para Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang wilayahnya ditempati para peserta KKN.

Adapun pelepasan dilakukan oleh Wakil Rektor I UMS, Dr Muhammad Dai, M.Si Apt dan Kepala Kesbangpol Pemkab Boyolali, Sabarudin SH, MH dengan jajaran Forkompimda Kabupaten Boyolali. Dalam sambutannya, Muhammad Dai meminta kepada para mahasiswa peserta KKN untuk bisa memberikan kontribusi program yang membantu problem masyarakat di lokasi pengabdian mereka khususnya di bidang kesehatan sesuai dengan basis keilmuan mereka.

Baca Juga :  Dewan Pembina BPJS Kesehatan Beri Motivasi Maru UMS

“Anda harus siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Jangan justru sebaliknya kehadiran kalian malah memancing masalah. Anda semua harus menjadi bagian untuk memecahkan permasalahan di masyarakat khususnya di bidang kesehatan sesuai dengan keilmuan kalian. Meski waktu hanya pendek, semua peserta KKN harus bisa memanfaatkannya dengan baik,” kata Muhammad Da’I saat memberikan pesan kepada mahasiswa peserta KKN.

Dalam kesempatan itu, Dai juga menyarankan agar peserta KKN yang akan terjun ke masyarakat setidaknya mempraktekkan tiga hal yakni ta’aruf, tafahum dan ta’awun. “Di desa-desa yang akan kalian terjuni, yang pertama harus ta’aruf dulu. Mengenali lokasi dan masyarakat di sana, bagaimana karakter masyarakatnya dan alamnya. Lalu kalau sudah tahu tafahum, kira-kira kontribusi apa yang bisa dijalankan dengan masyarakat. Lalu ta’awun, buat-buat program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena kalian akan berbakti di dunia nyata,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr Mutalazimah, S.Km, M.Kes menambahkan, para peserta KKN IPE AIK ini berasal dari empat program studi yakni Ilmu Gizi, Ilmu Fisioterapi, Keperawatan dan Program Studi Kesehatan Masyarakat. Mereka akan tersebar di 60 desa yang ada di 12 kecamatan. Diharapkan nantinya mereka akan mampu membantu persoalan kesehatan masyarakat atau meningkatkan pola hidup sehat masyarakat.

Baca Juga :  UNS Jalin Kerjasama dengan STIK-PTIK

“Dari masing-masing program studi berkolaborasi membantu meningkatkan taraf hidup sehat masyarakat. Misalnya, yang berasal dari gizi bisa fokus ke hal-hal tumbuh kembang anak atau warga, lalu mahasiswa Prodi Kesmas bisa memecahkan persoalan pola asuh hingga pola hidup sehat masyarakat dan seterusnya. Intinya kehadiran mahasiswa KKN dari FIK ini akan membantu menangani persoalan kesehatan di masyarakat,” papar Mutalazimah.

Kepala Kesbangpol Pemkab Boyolali, Sabarudin berharap kehadiran ratusan mahasiswa KKN dari UMS ini akan memberi manfaat bagi masyarakat di Boyolali, terutama meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan warga Boyolali mengingat mereka berasal dari fakultas ilmu kesehatan.

“Semoga adik adik KKN ini bisa membawa kemajuan yang ada di Desa, khususnya di bidang kesehatan. Dengan adanya mahasiswa KKN dari UMS, selain bisa membawa kemajuan yang ada di desa, masyarakat yang belum termotivasi untuk kuliah, anak anaknya bisa termotivasi untuk kuliah,” kata Sabarudin.

Baca Juga :  Ini Daftar Perguruan Tinggi di Jateng yang Masuk Jajaran Universitas Terbaik Indonesia 2019

Muhammad Da’i menambahkan, program KKN IPE AIK ini juga akan bekerja sama dengan PDM Muhammadiyah Boyolali yang jangkauan pengurusnya sampai di desa. “Ada lintas profesi bidang kesehatan yang diharapkan mereka berkolaborasi bersama untuk menerapkan ilmu yang sudah dimiliki yang berfokus di bidang kesehatan. Disamping itu kita tidak bisa lepas dari Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Makanya kita juga menggandeng pengurus Muhammadiyah yang jaringannya sampai di desa sehingga bisa untuk menjalankan dan mengontrol program KKN di desa,” ucap Da’i.

Adapun kecamatan yang menjadi lokasi KKN-IPE-AIK tersebut yakni Kecamatan Sambi, Andong, Karanggede, Sawit, Simo, Nogosari, Ampel, Wonosegoro, Wonosamudro, Kemusu, Banyudono, Gladag Sari dengan titik lokasi sejumlah 60 desa. (Marwantoro)

Iklan
Loading...