JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cerita Haru Nenek Miskin di Gemolong Sragen Bertahun-tahun Tak Bisa Jalan, Bikin Petinggi di Mabes Polri Tergerak. Langsung Turun Beri Alat Bantu Jalan 

Kepala Korp Binmas Mabes Polri, Irjen Pol Herry Wibowonsaat menyambangi Mbah Uyek dan memberikan bantuan alat bantu jalan, Senin (29/7/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kepala Korp Binmas Mabes Polri, Irjen Pol Herry Wibowo saat menyambangi Mbah Uyek dan memberikan bantuan alat bantu jalan, Senin (29/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Korp Binmas Mabes Polri mendadak turun ke Sragen. Namun kedatangan mereka bukan untuk melakukan pemeriksaan akan tetapi justru membawa kebahagiaan bagi salah satu warga miskin di Gemolong, Sragen.

Kedatangan tim Satbinmas Mabes Polri itu dipimpin Kepala Korp Binmas Mabes Polri Irjen Polisi Herry Wibowo. Tim datang untuk menyambangi rumah Mbah Uyek (79) warga Dukuh Bogorame, Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Sragen, Senin (29/7/2019).

Kunjungan Korp Binmas Mabes Polri ke Gemolong didampingi Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan yang diwakili Kasat Binmas Polres Sragen AKP Muryati, Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra, dan sejumlah personil Binmas dan Polsek Gemolong.

Baca Juga :  BPR Kandimadu Arta Buka Cabang ke-4 di Masaran, Sragen

Dalam kunjungan anjangsana itu, Korp Binmas Mabes Polri berkesempatan memberikan bantuan kepada Mbah Uyek, yang sudah tidak mampu berjalan. Nenek renta itu menerima berupa alat bantu untuk berjalan, sembako, serta santunan uang.

Dalam kesempatan itu, Mbah Uyek didampingi putrinya yang selama ini merawatnya. Dengan nada terbata, ia sangat terharu dan menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kepedulian pihak kepolisian.

“Matur suwun sampun rawuh wonten griyo kula. Sampun maringi bantuan (terimakasih telah hadir di rumah saya, terlebih telah memberikan bantuan), “ ucapnya.

Baca Juga :  Duh, Pak Kades Tegaldowo Barusaja Sembuh, Giliran Istrinya Tertular dan Dinyatakan Positif Covid-19 Hari Ini. Dirawat di RS PKU Solo

Perlahan, air mata Mbah Uyek menetes haru. Derita Mbah Uyek memang sangat memprihatinkan. Selama hampir bertahun-tahun, nenek miskin itu harus melupakan mimpi untuk bisa melihat dunia luar karena tak bisa lagi berjalan.

Kondisi ekonominya yang jauh dari kata mampu, terlampau sulit untuk bisa membeli kursi roda yang diimpikannya.

“Bantuan yang diberikan ini mungkin tidak seberapa nilainya. Tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat dan meringankan beban yang bersangkutan,” tutur Irjen Pol Herry Wibowo. Wardoyo