loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

WONOSOBO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Warga di Sumberan Barat digegerkan dengan temian seorang pria tua terjatuh dari sepedanya dan meninggal dunia pagi kemarin. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di trotoar depan Toko Dendeng Tivi Sumberan Barat Wonosobo.

Pria tua itu diketahui bernama Fahrurozi (61) warga Kampung Nirmalasari, RT 08 RW 04, Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo. Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, korban terjatuh dari sepeda sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut laporan Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) 2 Polres Wonosobo, Aiptu Wagiyo, berdasarkan keterangan saksi Dyvta Ardi (16) pelajar asal Kampung Sruni RT 09 RW 05, Kelurahan Jaraksari, Kecamatan Wonosobo dan Ema (28) karyawan swasta asal Desa Sojopuro, Kecamatan Wonosobo, sekitar pukul 09.00 WIB telah ditemukan mayat di trotoar depan Toko Dendeng Tivi Sumberan Barat Wonosobo.

Baca Juga :  Misteri Penganiayaan Sadis Balita Hingga Tewas di Semarang. Ternyata Berawal Dari Kenalan Facebook Hingga Kumpul Kebo Ibunya

Awalnya saksi Dyvta melihat korban sedang naik sepeda. Namun cara mengayuh sepedanya dalam keadaan goyang-goyang dan tepat di tempat kejadian perkara (TKP) korban terjatuh sambil memegangi dadanya.

Kemudian datang saksi Ema dan orang di sekitarnya dan kebetulan ada mobil Palang Merah Indonesia (PMI) Wonosobo yang sedang lewat. Korban kemudian dibawa ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo.

Baca Juga :  Bakar Lahan di Hari Jumat, Kakek di Desa Waru Ditemukan Hangus Jadi Mayat. Warga Terkejut Saat Lihat Kondisi Korban 

Namun, sampai di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, korban diperiksa oleh Dr Catur Kurniawan dan didapati detak jantung dan resusitasi jantung paru sudah tidak ada.

Saat diperiksa lebih lanjut, tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Korban dinyatakan sudah meninggal karena mengalami sakit jantung.

Baca Juga :  Menguak Amanat Terakhir Penyair Agus Dhewa Sebelum Berpulang... 

Hal itu juga dibenarkan adik koban, Sri Sujad Sulastri dan Mustajab.

Dikatakan, karena keluarga menolak korban untuk diotopsi untuk memastikan kematiannya, dan mereka sudah menerima, korban selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Tindakan yang dilakukan pihak kepolisian, mengamankan TKP, mencatat saksi-saksi dan bersama Tim Identifikasi Polres Wonosobo melaksankan olah TKP. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. JSnews

 

Loading...