JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Hanya di Kendal, Kapolres Mendadak Jadi Pengayuh Becak

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Apa jadinya ketika Kapolres berubah jadi tukang becak. Pemandangan langka itu terjadi di Polres Kendal.

Untuk melepas anggotanya yang telah memasuki masa pensiun, Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita, rela menjadi pengayuh becak untuk mengantarkan para anggotanya yang purna tugas hingga ke ujung jalan meninggalkan halaman Mapolres Kendal.

Momen langka itu terjadi kemarin. Kapokres bersama jajaran Pejabat Utama Polres Kendal lainnya memimpin iring-iringan becak ditumpangi sekitar 13 anggota Polres Kendal.

Baca Juga :  Atikoh Ganjar Pranowo Tekankan Komunikasi Anak dengan Orang Tua Harus Selaras dan Terus Dibangun

Rombongan becak berjalan keluar meninggalkan Mapolres dengan diiringi suasana haru oleh seluruh anggota Polres Kendal lainnya yang turut melepas.

AKBP Hamka Mappaita mengatakan para wisudawan Purna Bhakti Polri yang sudah purna tugas ini, sekalipun tidak lagi mengenakan seragam Polri namun jiwanya tetap Polri.

Baca Juga :  300 Kasus Covid-19 dari Klaster Perusahaan di Semarang, Hendi : Jadi Fokus Penanganan

“Mereka kini kembali ke masyarakat dan untuk mengabdi pada masyarakat,” tutur Kapolres dilansir Tribratanews.

Sebelumnya, pelepasan Purna Bhakti itu ditandai dengan tradisi payung pora. Kapolres dengan didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Kendal Ny. Eka Hamka Mappaita memberikan kalung dan buket bunga kepada perwakilan Wisudawan Purna Bhakti.

Agenda dilanjutkan dengan melintasi gerbang pora sebagai bentuk penghargaan kepada para purnawirawan yang dilepas. JSnews