loading...
Loading...
Ilustrasi Jamu. Pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Jamu merupakan salah satu warisan budaya nusantara, sebagai pengobatan tradisional yang telah berusia berabad-abad. Jamu diyakini tidak memiliki efek samping, karena dibuat dari bahan-bahan alam.

Lalu bagaimana jika jamu dicampur dengan obat kimia, Apakah lebih manjur?

Ternyata jawabannya tidak. Dinas Kesehatan memberikan peringatan akan bahaya jamu yang mengandung bahan kimia obat.

Meski menggunakan nama jamu, tapi dalam kandungannya terdapat bahan-bahan kimia.

Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki menyayangkan adanya produk jamu Berbahan Obat Kimia yang dinilai berbahaya ini.

“Jamu adalah salah satu warisan budaya nusantara, sebagai pengobatan tradisional yang telah berusia berabad-abad,” terang Masduki.

Ramuan obat khas Indonesia ini kerap diyakini tidak punya efek samping sama sekali. Produk Jamu sering dianggap menggunakan bahan tumbuhan-tumbuhan asli Indonesia.

Baca Juga :  Viral Video Balita Sedang Tidur Pulas Dibangunkan Paksa Demi Ulang Tahun, Netizen Berkomentar Negatif, Ini Kata Dokter

Sayangnya ada pihak yang merusak citra jamu dengan menambahkan bahan kimia obat (BKO).

“Menambahkan BKO berarti menghalangi kampanye back to nature (kembali ke alam), dan juga berdampak buruk pada kesehatan,” tegasnya.

Menghadapi hal ini, Masduki meminta masyarakat lebih waspada dengan dampak jamu yang mengandung BKO. Contohnya jamu BKO perangsang nafsu makan, pegel linu, dan rematik.

Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai indikasi moon face (wajah rembulan alias wajah tembam), Ulkus atau tukak lambung hingga Syndrom Steven Johnson, berupa reaksi alergi yang hebat.

Baca Juga :  Viral Video Balita Sedang Tidur Pulas Dibangunkan Paksa Demi Ulang Tahun, Netizen Berkomentar Negatif, Ini Kata Dokter

Dampak yang lebih berat bisa menyebabkan ganggun saluran pencernaan, mual hingga pendarahan lambung sampai Gagal ginjal karena ginjal harus bekerja keras untuk mengeluarkan sisa metabolisme obat.

Ada juga jamu obat kuat seks (sex booster), bisa menyebabkan sakit kepala,hidung tersumbat, perubahan penglihatan, hingga stroke.

www.tribunnews.com

Loading...