JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jakarta dan Banten Diguncang Gempa

gempa
Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
gempa
Ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Jakarta dan Banten diguncang gempa dengan magnitudo 5,2.

Menurut catatan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Pelabuhan Ratu, Cisolok, Malingping dan Sukabumi Selatan dalam skala intensitas III MMI, Depok, Tangerang, Serang, Rangkasbitung , Sawarna, Panggarangan, Menes, Carita dan Munjul II-III MMI, Lembang, Jakarta dan Karawang II MMI.

Baca Juga :  Lantaran Jenuh, Beberapan Pasien Positif Covid-19 Kabur dari RSPG

Hingga pukul 22.01 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Rahmat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dia mengatakan periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

“Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempa bumi,” katanya.

Baca Juga :  Stafsus Mendagri: Pilkada di Tengah Pandemi Bisa Lahirkan Pemimpin Teruji

Episenter gempa hari ini terletak pada koordinat 7,39 LS dan 105,98 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 76 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat pada kedalaman 44 km.

Gempa bumi di selatan Sukabumi ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan gempa bumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Rahmat juga meminta masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

www.tempo.co