loading...
Loading...
Ilustrasi. pexels

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keberadaan koperasi di Kota Solo menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo, tercatat jumlah koperasi di Solo tahun ini 590 koperasi, meningkat dari tahun sebelumnya 580 koperasi.

Diakui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta, Nur Haryani, meskipun pertumbuhan koperasi positif, namun belum satupun koperasi yang mengembangkan usahanya menggunakan sistem Fintech.

“Kami memang belum memberikan ijin koperasi untuk membuat Fintech. Karena koperasi lingkupnya sudah berbeda dengan lembaga pinjaman pada umumnya. Selain itu kepengurusan koperasi di Kota Solo rata-rata adalah masyarakat yang kemampuan teknologinya masih dasar. Sehingga untuk mengurusi Fintech sudah bukan ranahnya,” urainya, Jumat (26/7/2019).

Baca Juga :  Ajak Duta Wakaf, SOLOPEDULI Gelar Parenting di TK Islam Al Huda Krikilan

Namun demikian, Nur tetap memberikan himbauan kepada masyarakat luas agar tetap mewaspadai dan tidak tergesa-gesa dalam mencari pinjaman.

“Harus benar-benar diketahui lembaga yang dipinjami itu berbadan hukum atau tidak, termasuk untuk koperasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, saat ini Dinkop dan UMKM Surakarta juga tengah menyiapkan aplikasi untuk Pelaporan Koperasi secara online untuk kebutuhan Dinkop dan UMKM.

“Dari sejumlah 590 koperasi yang ada di Dinkop dan UMKM Solo, yang aktif dengan pelaporan dan kegiatan yang rutin hanya 270 koperasi saja. Beberapa koperasi ada yang bergabung dengan yang lainnya dan ada juga yang dibubarkan karena sudah tidak ada kegitan. Sampai saat ini Dinkop dan UMKM Kota Solo secara bertahap sudah mengajukan 15 koperasi untuk dibubarkan,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...