JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kejari Sragen Klaim Selamatkan Rp 247 Juta Uang Negara Dari Kasus Tipikor Sragen. Berikut Rekam Jejak Kinerja Kejari 2019!

Ilustrasi uang
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi uang

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen mengklaim sudah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 247.836.904 dalam kurun paruh pertama tahun 2019. Uang itu diselamatkan dari kasus tindak pidana korupsi dana desa di Desa Doyong, Kecamatan Miri.

Hal itu disampaikan Kajari Sragen, Syarief Sulaeman di sela peringatan Hari Bhakti Adhyaksa 2019 di Kantor Kejari Sragen kemarin.

Ia mengatakan selama 2019, Kejari sudah melakukan beberapa kegiatan baik penanganan perkara Tipikor maupun kegiatan preventifnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo Seorang Warga Sragen Tewas, Sopir Diduga Tak Sadar Truknya Kesenggol, Ini Kronologi Versi Polisi

Untuk penanganan perkara yang sudah selesai dan kerugian negara berhasil diselamatkan adalah dari pengembalian Kades Doyong nonaktif yang sudah divonis.

Kerugian itu di luar denda yang dijatuhkan kepada terpidana. Selain Doyong, saat ini Kejari juga mulai menyidangkan perkara dugaan tipikor Kasda Sragen dengan terdakwa mantan Bupati AFR.

“Dari kurun Januari-Juli, kami sudah menyelamatkan keuangan negara dari kasus Tipikor Kades Doyong sebesar Rp 247.836.904,” paparnya di hadapan wartawan.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Kajari menjelaskan selain fokus melakukan pemberantasan sampai sekecil-kecilnya, kejaksaan juga menekankan penyelamatan keuangan negara yang sebesar-besarnya dalam penanganan korupsi.

Untuk mewujudkan itu, langkah preventif terus dilakukan melalui penyuluhan dan penerangan hukum. Kemudian memberikan pendampingan TP4D yang menyasar hingga desa.

“Harapannya penyerapan anggaran daerah yang dulunya kecil karena banyak keragu-raguan, bisa lebih maksimal. Pembangunan yang jadi prioritas pemerintah saat ini bisa jadi lebih cepat,” tandasnya. Wardoyo