loading...
Loading...
Warga Dukuh Sempu, Banyurip, Jenar saat antri berebut air bersih bantuan droping dari Alumni SMPN 1 Gemolong angkatan 82, Jumat (19/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Krisis air bersih dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Sragen Utara mulai menjadi sorotan di media sosial. Gara-gara ramai dan viral di medsos, sejumlah pihak pun langsung tergerak menggalang donasi.

Salah satunya, dari alumni SMPN 1 Gemolong angkatan tahun 1982. Grup alumni yang menamakan diri Koalisi (Konco Alumni SMPN 1 Gemolong) 82 itu, Jumat (19/7/2019) langsung terjun mengirimkan bantuan droping air bersih.

Bantuan droping yang digalang secara dadakan dari alumni itu terkumpul sebanyak 20 tangki dan dua tangki disalurkan tadi siang di Dukuh Sempu, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar.

Bantuan air bersih dikirim dengan tangki PMI yang dikawal langsung oleh Ketua dan perwakilan alumni serta relawan PMI Sragen.

Melewati jalan berliku hampir satu jam lebih, dua tangki air bersih itu tiba di Dukuh Sempu yang berada di ujung utara berbatasan dengan Purwodadi dan sejauh ini menjadi wilayah paling parah.

Setiba di sana, warga langsung berhamburan menyambut dengan senang hati.

Melihat kedatangan mobil droping, warga pria wanita dan tua muda langsung menanggalkan kegiatan dan merangsek mendekat ke arah tangki.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Siswi Asal Sambirejo Hilang Kendali dan Gasak Nenek-nenek Hingga Patah

Mereka membawa ember, klenting, bekas kaleng cat tembok, jeriken dan apapun yang bisa digunakan untuk wadah.

Ayo Pak, embernya ndang digawa mrene. Ben entuk rada akeh (ayo Pak embernya cepat bawa sini biar dapat agak banyak),” seru ibu-ibu memanggil suami mereka agar segera menyusul.

Senyum sumringah dan keceriaan warga seolah mengademkan suasana desa yang siang tadi hampir didominasi pemandangan tanah merekah dan pepohonan mengering.

Boyoke langsung mantun Pak, merga angsal toya. Matur suwun sanget mugi-mugi paringi kathah rejeki. (Sakit pinggangnya langsung sembuh Pak, karena dapat air. Terimakasih banyak, semoga diberi banyak rejeki),” tutur Sumini, salah satu warga sembari menenteng angkong berisi dua jeriken ke arah rumahnya yang berjarak 500 meter.

Emak-emak di Dukuh Sempu, Banyurip terlihat senang mendapat bantuan air bersih, Jumat (19/7/2019)

Warga lain, Supar (65) menuturkan sudah hampir tiga bulan warga di wilayahnya krisis air bersih. Sumur-sumur warga sudah mengering bersamaan dengan kemarau tiba.

Baca Juga :  Oknum PNS Sragen Pelaku Intimidasi Agar Nyoblos PDIP di Pemilu 2019 Dijerat Pasal Pidana Umum. Kapolres: Ancamannya Hukumannya di Bawah 5 Tahun!  

Sumur di sawah juga tinggal sedikit dan itu pun harus menempuh jarak 2 kilometer dengan medan yang terjal.

“Kadang mandi sehari cuma sekali, malah kadang nggak mandi karena nggak ada air. Nyari air dikit-dikit itu untuk minum dan untuk sapi. Tiap tahun seperti ini terus Mas, hanya nunggu bantuan dari pemerintah,” terangnya.

Ketua Koalisi 82 SMPN 1 Gemolong, Darmawan menuturkan bantuan droping itu digalang dari iuran para alumni yang spontan tergerak mengumpulkan donasi setelah melihat berita krisis air bersih yang viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Ketua Alumni SMPN 1 Gemolong Angkatan 82, Darmawan (tengah) bersama perwakilan alumni saat menyalurkan bantuan air bersih ke Dukuh Sempu, Banyurip, Jenar. Foto/Wardoyo

Kabar kekeringan di Sragen Utara yang viral itu beredar di media sosial itu menjadi pembahasan di grup alumninya dan langsung memantik empati. Meski tersebar di banyak daerah, mereka sepakat membuka rekening peduli dan mentransfer uang untuk dibelikan air bersih.

“Tahunya kemarin dari media sosial melihat banyak saudara-saudara di Sragen Utara mulai kesulitan air, akhirnya langsung sepakat pada urunan. Hanya sehari terkumpul dana yang kita salurkan untuk 20 tangki air. Hari ini kota salurkan 2 tangki ke Banyurip ini, yang lain nanti melihat perkembangan dan akan disalurkan mana yang membutuhkan,” paparnya.

Baca Juga :  Geger Sesosok Mayat Ditemukan di Persawahan Mondokan Sragen. Ditemukan Tergeletak di Dekat Motornya 

Darmawan yang juga Sekretaris Dinas Perhubungan Sragen itu menguraikan aksi sosial itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian dari kalangan alumninya.

Tak hanya droping, bahkan kalangan alumninya juga tergerak untuk ikut memikirkan solusi permanen misalnya pembuatan sumber air di wilayah kekeringan.

“Dengan turun langsung begini, kami akhirnya jadi tahu di wilayah Sragen utara ini topografinya sangat kering dan perlu ada upaya misalnya mencari barangkali ada potensi sumber air. Dari alumni sudah siap membantu sumur pompa air agar bisa membantu masyarakat. Kalau hanya droping begini kan tidak menyelesaikan persoalan,” terangnya.

Selain bantuan sosial droping, gerakan kepedulian alumni angkatannya juga sudah menggalang dana untuk membantu pembangunan di SMP-nya.

“Semua itu sebagai wujud sumbangsing para alumni untuk bisa memberikan kemanfaatan bagi sekolah maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...