loading...
Loading...
Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil membawa pulang emas di ajang kompetisi inovasi karya di Jepang. . Humas UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil membawa pulang emas di ajang kompetisi inovasi karya di Jepang. Kelima mahasiswa yang masih berada di semester empat tersebut antara lain Sofia Oka Rodiana dari Program Studi (Prodi_ Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan empat mahasiswa dari program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP). Mereka adalah Rizhal Akbar Jaya Pratama, Nor Isnaeni Dwi Arista, Rahma Amira Zhalzabila Wakak Megow dan Hifqi Himawan. Mereka berhasil membawa medali emas dalam kompetisi “Japan Design, Idea & Invention Expo” di Tokyo Washington Hotel, Tokyo, Jepang pada 15-17 Juni 2019.

Dalam event yang diadakan oleh World Invention Intelectual Property Associations, mereka yang tergabung dalam Studi Ilmiah Mahasiswa UNS ini menciptakan BONGI : Mosquito Killer yaitu spray untuk membunuh nyamuk yang terbuat dari kotoran kerbau. Tidak sekadar untuk mengusir nyamuk, spray yang mereka ciptakan ini mampu membunuh nyamuk. Nama BONGI sendiri merupakan kependekan dari bahasa jawa, yaitu “Kebo Wangi”. Branding tersebut menggambarkan bahwa produk yang mereka buat berasal dari kotoran kerbau atau dalam bahasa Jawa disebut dengan “Keo”. Delegasi UNS tersebut mempresentasikan karya yang mereka buat di hadapan dewan juri dan juga finalis lomba dari berbagai negara, antara lain Kanada, Iran,Taiwan, Korea, Hongkong, Cambonia, Sudan, Saudi Arabia, Chengdu, Malaysia, Vietnam dan lain-lain.

Baca Juga :  UPT Layanan Internasional UNS Gelar Global Challenge Fest 2019

Dua diantara lima mahasiswa UNS tersebut, yakni Sofia dan Rahma mendapatkan kesempatan untuk tampil mempresentasikan produk inovasi mereka. Ide produk tersebut muncul ketika salah satu mahasiswa Agroteknologi, Rizhal melakukan praktikum di Karanganyar yang melihat kotoran kerbau tak termanfaatkan oleh masyarakat. Sejauh ini kotoran kerbau baru dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau pupuk kandang. Hal ini menjadikan Rizhal berpikir untuk menyulap kotoran menjadi sesuatu yang lebih bernilai untuk memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat Karanganyar.

Baca Juga :  GenRe Wonogiri, Jauhi Nikah Muda Seks Pranikah dan Napza, Kuy

Sofia, salah satu presenter produk inovasi tersebut menyebutkan, berkat dukungan dari berbagai pihak antara lain dosen pembimbingnya, yakni Prof Djoko Purnomo, Dr Nurma Yunita Indriyanti selaku pembimbing akademik dan Kaprodi Pendidikan Kimia, Dr Sri Mulyani , ia semakin semangat untuk berani mencoba walaupun awalnya masih sangat takut dan minder.

“Dengan inovasi ini kami berharap dapat menjadi motor penggerak penelitian mahasiswa yang lain dan selanjutnya semoga kami dapat melakukan publikasi jurnal internasional,” tukasnya, Selasa (3/7/2019). Triawati PP

Loading...