loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sudah hampir 10 bulan seorang ibu dan anak tinggal di kawasan hutan yang berada di Kabupaten Pekalongan. Mereka tinggal dan hidup sehari-hari di hutan rakyat yang ada di Dukuh Dakiran, Desa Bukur, Kecamatan Bojong kabupaten Pekalongan.

Mereka mengaku tinggal di hutan untuk tirakat agar keinginannya terkabul.

Keberadaan keduanya diketahui sejak bulan September Tahun 2018 lalu. Namun selama 6 bulan terakhir tinggal menetap di hutan. Sebelumnya hanya tinggal di hutan kemudian pergi dan kembali lagi berulang-ulang.

Mengetahui adanya warga yang mendirikan tenda dan tinggal di hutan, kepolisian setempat dalam hal ini Polsek Bojong dan Koramil Bojong kemudian mendatangi dan meminta identitasnya.

Saat diperiksa KTP ibu dan anak itu, keduanya beralamat berbeda-beda.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Duel Truk dan Bus di Tol Batang-Pekalongan, Satu Orang Tewas Mengenaskan 

Seorang pria yang diketahui bernama Thymotius Ghilwan Icko Vernandesh (39) warga Kelurahan Sumurpanggang Kecamatan Margadana Kota Tegal. Sedangkan seorang ibu bernama T. Winarsih (58) yang merupakan ibu kandung warga Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Keduanya membuka tenda di hutan rakyat tidak jauh dari pemukiman warga yang berjarak sekitar 200 meter.

Kapolsek Bojong Polres Pekalongan AKP Suhadi menjelaskan, setelah polisi menerima laporan dari kepala dusun setempat langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Keberadaan pendatang baru tersebut diketahui pertama kali oleh masyrakat yang berburu yang kerap keluar masuk hutan, disitu mereka melihat ada orang asing disitu.

Keberadaanya sudah cukup lama. Dan dari situlah mereka melaporkannya ke kadus dan diteruskan ke pihak Kepolisian.

Baca Juga :  Demam Film Penculikan Mendadak Bikin Heboh Masyarakat dan Polisi. Mulai Tayang di Bioskop Mulai Hari Ini, Apa Istimewanya? 

Saat dilakukan pengecekan oleh personil Polsek Bojong, Koramil dilokasi dan pihak desa keduanya masih di tenda. Namun sesampainya dilokasi ada penambahan satu orang wanita lagi yang mengaku sebagai istri Thymotius Ghilwan Icko Vernandesh (39).

Wanita yang mengaku sebagai istri Thymotius Ghilwan Icko Vernandesh tersebut mengaku bernama Indri Hafsari (40) warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Saat ditanya oleh pihak Kepolisian dari Polsek Bojong, Thymotius tidak banyak berkata. Dirinya mengaku pantang banyak bicara karena tengah melakukan lelaku tirakat.

“Katanya mengikuti bisikan gaib dari ‘ibu agung’. Dirinya sendiri juga dilarang banyak bicara karena akan merusak hajatnya,” kata Kapolsek Bojong AKP Suhadi dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Winarsih (58), yang mengaku sebagai ibu kandungnya kepada petugas mengaku segaja menemani anaknya di lokasi tempat tirakat.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Bakal Lelang 11 Jabatan Tinggi di Pemprov Jateng. Tiga Jabatan Ada di Kota Solo, Simak Jadwal Pendaftarannya! 

Menurut Winarsih, anaknya baru akan turun dari hutan dan pulang ke rumah, setelah mendapatkan perintah pulang dari yang disebut-sebut dengan ‘Ibu Agung’.

Diakuinya, pemilihan lokasi yang dijadikan acara lelaku tersebut saran dari Rismono warga Dusun Bukur yang juga seorang juru kunci Sumur Munding/Gondang Leles.

Menurut Winarsih kepada petugas kepolisian, anaknya tengah melakukan tirakat untuk mewujudkan hajatnya, terutama untuk memenuhi kehidupan agar lebih baik karena saat ini tengah jatuh.

“Tadi kita imbau untuk bisa menyelesaikan lelakunya tirakatnya agar bisa kembali pulang dan kembali bekerja. Kita juga akan pantau terus aktivitas warga luar kota tersebut,” kata AKP Suhadi. JSnews

 

Loading...