loading...
Loading...
Ilustrasi/Tempo.co

BOGOR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pabrik pil ekstasi oplosan berhasil digerebek aparat Kepolisian Resor Bogor di rumah kontrakan, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (19/7/2019).

Kasat Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Andri Alam mengatakan, dari pengungkapan tersebut dicokok tiga tersangka: MS, DK, dan ES.

“Berawal dari informasi masyarakat,” kata Andri, Jumat (19/7/2019).

Menurut Andri, ketiganya mengaku sudah sebulan melaksanakan bisnis haram tersebut dan mampu memproduksi hingga 500 pil ekstasi oplosan per harinya.

“Kenapa kami bilang oplosan, karena ada campuran metaphetamin, sabu, ekstrak kopi, dan obat warung jenis paracetamol,” ujarnya.

Dia menuturkan, efek yang ditimbulkan dari satu butir ekstasi tersebut lebih parah daripada mengkonsumsi sabu.

Baca Juga :  Pintu Aklamasi Terbuka Lebar, Hampir Pasti Airlangga Kembali Pimpin Golkar

“Cara penggunaannya di oral (diminum) tidak melalui pembakaran seperti sabu sehingga tidak ada proses penyaringan,” lanjutnya.

Andri mengatakan, polisi menyita dua bungkus sabu seberat 1,1 gram, 153 butir ekstasi berbagai warna, tiga buah mesin pencetak, cairan metaphetamin, dan serbuk ekstasi yang belum dicetak.

Para tersangka pembuat pil ekstasi dijerat dengan Pasal 113 ayat 2, 114 ayat 2, 112 ayat 2, 132 ayat 2 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 ayat 1 UU No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

Baca Juga :  Selundupkan Sabu Untuk Anaknya di Rutan, Ibu Ini Mengaku Dipaksa

“Ancaman hukuman pidana penjara minimal 8 tahun maksimal 15 tahun, atau penjara seumur hidup dan denda minimal Rp 1 miliar maksimal Rp 10 miliar,” ucap Andri.

www.tempo.co

Loading...