loading...
Loading...
Dwian Wahyu Prabawa dan Sherly Wijayanti Kumayas menikah dengan mahar saham. Pasangan tersebut tampak bahagia menunjukkan selembar saham usai akad nikah pada Minggu (7/7/2019), di Masjid Agung Boyolali. Triawati

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM- Dewasa ini sangat trend pasangan menikah dengan mahar mobil mewah maupun segepok uang. Semakin banyak uang yang dikeluarkan untum mahar, pasangan menikah dinilai memiliki gengsi tinggi. Namun hal itu tidak berlaku bagi pasangan milenials asal Kabupaten Boyolali, Jateng ini.

Dwian Wahyu Prabawa dan Sherly Wijayanti Kumayas diketahui menghalalkan hubungannya dengan mahar saham. Pasangan tersebut tampak bahagia menunjukkan selembar saham usai akad nikah pada Minggu (7/7/2019), di Masjid Agung Boyolali.

Baca Juga :  Angkasa Pura I Gelar Pasar Murah Bagi Warga Kurang Mampu di Boyolali

“Saya memilih saham sebagai mahar karena untuk masa depan. Saham memberi banyak manfaat dalam jangka panjang. Jika bunga bank dari uang yang ditabung bisa kena dampak inflasi, tapi menabung saham di bursa efek tidak terjadi seperti itu. Asal tepat dalam memilih saham,” tuturnya.

Diakui Dwian, dirinya mendiskusikan pemilihan saham tersebut sebagai mahar dengan istrinya. Kemudian Dwian mengambil dua slot saham dari Bank Mandiri, tempatnya bekerja. Menurutnya, Bank Mandiri adalah bank sehat dan kinerjanya bagus.

Baca Juga :  Angkasa Pura I Gelar Pasar Murah Bagi Warga Kurang Mampu di Boyolali

“Pemilik saham itu kan pemilik perusahaan juga. Nah, setelah saham Bank Mandiri ini saya serahkan ke istri, berarti saya bekerja secara mandiri di perusahaan istri saya karena dia salah satu pemilik, meski prosentasenya sangat kecil,” paparnya.

Baca Juga :  Angkasa Pura I Gelar Pasar Murah Bagi Warga Kurang Mampu di Boyolali

Mengetahui pilihan unik pasangan milenials tersebut, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Cabang Surakarta M Wira Adibrata mengaku senang dengan pilihan pengantin yang menjadikan saham sebagai mahar. Menurut dia, ini adalah tahapan baru yang menjadi gaya hidup (life style), dimana anak anak milenial mulai memikirkan aset produktif untuk mahar.

“Ini mindsite yang sangat positif,” tukasnya. Triawati PP

Iklan
Loading...