
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus mendorong peningkatan produktivitas peternakan rakyat melalui penerapan teknologi tepat guna. Salah satunya dilakukan dengan mengenalkan inovasi fermentasi hijauan atau silase sebagai solusi mengatasi keterbatasan pakan ternak saat musim kemarau.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar di Kelompok Tani Ternak (KTT) Sambi Mulyo, Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Minggu (12/7/2026). Kegiatan itu didanai melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) NON-APBN UNS Tahun 2026.

Tim pengabdian dipimpin Prof. Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P., dengan anggota Dr. Ir. Ahmad Pramono, S.Pt., M.P., Dr. Ir. Choiroel Anam, M.P., M.T., serta drh. Wari Pawestri, M.Sc.
Ketua KTT Sambi Mulyo, Yatman, menjelaskan, kelompok yang dipimpinnya beranggotakan 15 peternak dengan skala kepemilikan rata-rata dua hingga tiga ekor domba per anggota. Ternak dipelihara di kandang milik masing-masing anggota dan kelompok rutin mengadakan pertemuan setiap bulan.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang dihadapi peternak adalah terbatasnya ketersediaan hijauan pakan ketika musim kemarau. Selain itu, para peternak juga belum mengenal teknologi pengawetan hijauan yang dapat menjaga ketersediaan pakan dalam jangka lebih lama.
Ketua tim pengabdian UNS, Prof. Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P menjelaskan, melalui program tersebut, tim memberikan penyuluhan sekaligus pelatihan mengenai manajemen pakan, mulai dari teknik pembuatan hingga pemberian silase rumput gajah kepada domba. Adapun materi inovasi silase disampaikan oleh Dr. Ir. Ahmad Pramono, S.Pt., M.P.

Dr. Ir. Ahmad Pramono menjelaskan, silase merupakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi, sehingga memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan rumput segar. Selain itu, proses fermentasi juga mampu meningkatkan kualitas pakan, termasuk kandungan protein yang bermanfaat bagi pertumbuhan ternak.
Pelatihan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung membuat silase dan mengaplikasikannya kepada domba milik anggota kelompok.

Hasilnya, sekitar 95 persen anggota KTT Sambi Mulyo telah mampu memproduksi silase secara mandiri serta memberikannya kepada ternak. Menurut tim pengabdian, domba menunjukkan respons yang baik dengan meningkatnya konsumsi hijauan yang telah difermentasi menjadi silase.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Fakultas Peternakan UNS juga menyerahkan bantuan berupa mesin chopper pencacah rumput, timbangan, drum plastik, serta bahan starter silase. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan seluruh anggota kelompok untuk memproduksi silase secara berkelanjutan, sehingga ketersediaan pakan tetap terjaga sepanjang tahun dan produktivitas ternak domba semakin meningkat. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














