loading...
Loading...
Tersangka kasus pembunuhan terhadap mahasiswa Timor Leste Leste Joao Bosco Baptista, MTN saat digelandang oleh petugas di Mapolda DIY, Jumat (26/7/2019). Tribunjogja/Dok Polda DIY

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jajaran Polda DIY berhasil menangkap satu orang terduga pelaku pembunuhan Joao Bosco Baptista warga negara Timor Leste yang mayatnya dibungkus selimut dan dibuang di Cemoro Sewu, Magetan.

Pelaku berinisial MTN alias DN tersebut ditangkap di persembunyiaanya di Madiun, Jawa Timur.

“Perkembangan terbaru ungkap kasus penemuan mayat atas nama Joao Bosco Baptista di Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur (12 Juli 2019),

kita sudah menangkap salah satu tersangka diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap korban.

Tersangka sudah kita tahan sejak 18 Juli lalu,” Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto Mapolda DIY, Jumat (26/7/2019).

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo menjelaskan secara rinci, jika satu orang tersangka tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Madiun, Jawa Timur.

Penangkapan tersangka dilakukan setelah jajaran Polda DIY melakukan penyelidikan lewat keterangan sejumlah saksi termasuk dari petunjuk jejak digital.

“Tersangka diduga berperan ikut serta melakukan pembunuhan terhadap korban yang dibuang ke Cemoro Sewu.

Hasil pemeriksaan sementara, dia berperan menaikkan korban ke dalam mobil lalu menyupiri mobil dari lokasi pembunuhan sampai ke lokasi tempat dibuangnya mayat korban.

Mobil diketahui mobil rental dan sudah diamankan sebagai barang bukti,” kata Hadi Utomo.

Baca Juga :  Yogyakarta Bakal Mulai Uji Coba Paket Tur Kampung Wisata

Namun Hadi Utomo belum bisa membeberkan motif apa yang melatarbelakangi tersangka yang diduga ikut melakukan pembunuhan terhadap korban.

Yang jelas, antara tersangka dan korban ini saling kenal. Keduanya, diketahui sama-sama merupakan warga Timor Leste dan berasal dari satu kelompok yang sama.

Tersangka, berada di Yogyakarta untuk mencari pekerjaan.

Sebelumnya sesosok mayat berselimut ditemukan tergeletak di lereng jurang Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (12/7/2019) lalu.

Dari hasil identifikasi, identitas mayat berselimut tersebut merupakan mahasiwa di Yogyakarta yang menjadi korban penculikan.

Hal ini diungkapkan Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai.

“Sudah teridentifikasi setelah kita melakukan koordinasi dengan Polda DIY. Korban adalah mahasiswa di Yogyakarta,” ujar Riffai.

Diketahui jasad mahasiswa itu diperkirakan sudah berada di jurang lebih dari empat hari.

Penemuan identitas mayat berawal dari upaya Kepolisian Resort Magetan yang menyebarluaskan ciri-ciri korban.

Polda DIY yang menerima laporan adanya kasus penculikan mahasiswa dari Timor Leste lalu mengecek ciri-ciri korban yang ternyata identik dengan jasad tersebut.

“Respons dari Polda DIY di sana ada kasus penculikan. Polda DIY kemudian bekerja sama dengan kita dan korban identik dengan korban laporan penculikan,” terang Riffai.

Baca Juga :  DIY Masih Berpotensi Diterjang Angin Kencang, Ini Tips Menyelamatkan Diri

Sebelumnya, mayat pria tersebut sudah dalam kondisi sulit dikenali.

Mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik warung di kawasan tersebut.

“Saya tahu ada mayat di jurang, saat mau buka warung. Saya mencium bau bangkai yang sangat menyengat dan begitu dekat. Langsung saya telusuri, ternyata ada mayat terbungkus selimut dan hanya kelihatan kakinya,”kata Joni, pemilik warung di Cemorosewu, kepada Surya, Jumat (12/7).

Setelah menemukan mayat itu, Joni melapor ke pos pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu di Cemoro Sewu.

Dari sana, laporan dilanjutkan ke Polsek Plaosan dan BPBD Kabupaten Magetan.

Joni menyebut, selain laki-laki, ciri-ciri mayat lainnya adalah mengenakan celana pendek dan kaus hitam.

“Kemungkinan mayat itu dilempar dari mobil, karena ternyata tidak masuk jurang. Kemudian di tendang-tendang . Karena ada bekasnya rumput yang tidur,”kata Joni.

www.tribunnews.com

Loading...