JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Proyek Pasar Tunggul Gondang Senilai Rp 1 Miliar Lebih Dinilai Asal-Asalan. Cor Fondasi Ditemukan Sudah Melengkung dan Tak Penuh, Pedagang Cemaskan Kualitas 

Kondisi pekerjaan fondasi Pasar Tunggul Gondang yang dinilai kurang memenuhi standar karena cor sebagian tak penuh dan di beberapa titik sudah melengkung. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi pekerjaan fondasi Pasar Tunggul Gondang yang dinilai kurang memenuhi standar karena cor sebagian tak penuh dan di beberapa titik sudah melengkung. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pembangunan Proyek Pasar Tunggul di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen menuai sorotan tajam. Pasalnya kualitas pengerjaan pasar desa yang dibangun dari dana APBD senilai Rp 1 miliar lebih itu dinilai terkesan asal-asalan.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Operasional Penyelamatan Aset Negara-Republik Indonesia (Topan-RI), Agus Triyono saat melakukan pengecekan ke lokasi kemarin. Ia mengatakan dari pengamatan di beberapa titik pekerjaan, kualitas pengerjaan dinilai di bawah standar.

Ia menyebut temuan itu diantaranya bangunan fondasi bawah yang kondisi cornya ditemukan sudah melengkung dan bergeser lebih dari 1 sentimeter. Kemudian, pengecoran fondasi juga banyak yang tidak penuh sehingga meninggalkan rongga serta tak rapi.

“Silakan bisa dicek, bangunan fondasinya terkesan sak-sake. Sudah cornya nggak penuh dan nggak rata, di beberapa titik juga sudah melengkung dan tak simetris karena mungkin kualitas cornya kurang baik. Padahal fondasi itu sangat penting, kalau hanya asal-asalan nanti bisa bahaya. Sewaktu-waktu bisa retak dan ambrol,” paparnya di sela pengecekan kemarin.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Agus juga menyampaikan bahwa kondisi cor fondasi bagian timur juga tidak lurus serta banyak rongga karena cornya tak penuh.

Bangunan cor fondasi tampak melengkung dan bergeser serta kurang penuh. Foto/Wardoyo

Selain itu, ia menilai progress pengerjaan dinilai lamban. Ia menyangsikan jika proyek itu bisa mencspai 20 persen per 22 Juli yang disebut merupakan batasan untuk pencairan uang muka.

“Informasi yang kami terima, tahapan pencairan uang muka bisa dilakukan ketika 22 Juli progressnya minimal sudsah 20 persen. Tapi melihat kondisinya begini, saya nggak yakin bisa menutup progress 20 persen,” urainya.

Proyek Pasar Desa yang berlokasi di tepi jalur Gondang-Sambirejo itu diketahui dikerjakan oleh CV SR asal Sragen. Agus mendesak pihak terkait maupun PPK serta pengawas bisa lebih tegas memperingatkan rekanan terkait kualitas pengerjaan.

Sebab anggaran yang digelontorkan  untuk pasar Tunggul yang hanya dihuni sekitar 9 kios dan beberapa los, dinilai cukup besar.

“Kalau dibiarkan begini pengerjaannya, kasihan nanti pedagang dan pengunjung. Kalau bangunan nggak bagus dan nggak kuat, kalau sewaktu-waktu ambrol, rakyat juga yang jadi korban,” tukasnya.

Baca Juga :  Hilangkan 3 Nyawa Bocah, Ibu dan Anak, Agus Wahyudi asal Gemolong Sragen Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sorotan serupa juga datang dari pedagang dan warga sekitar pasar. Mayoritas juga mempertanyakan kualitas fondasi yang melengkung dan cornya tak penuh.

“Ya kalau disuruh menilai, fondasinya ini juga kurang kuat. Nggak lurus dan sudah ada yang turun cornya. Harapannya kalau dibangun ya yang kuat sekalian. Kalau kayak gini sepertinya kurang. Tapi bagaimana lagi, kami wong cilik nggak berani,” tutur NG, salah satu pedagang saat diwawancara wartawan.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Tatag Prabawanto melalui Kabid Pasar, Widya Budi membenarkan saat ini tengah dibangun proyek renovasi Pasar Tunggul di Gondang dan Pasar Jatitengah Sukodono.

Untuk Pasar Tunggul yang dikeluhkan karena dinilai kualitasnya jelek, pihaknya akan segera melakukan pengecekan.

“Tapi soal detailnya, yang mengurusi PPK-nya sendiri. Karena kebetulan saya juga baru di dinas perdagangan,” tandasnya. Wardoyo