JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puluhan Petani Karamba WKO Menangis, Disnakkan Sragen Catat Kematian Ikan di WKO Capai 320 Ton di 800 Karamba

Muh Djazairi. Foto/Wardoyo

IMG20190703143623 816x612
Muh Djazairi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen mencatat wabah keracunan atau up willing menimpa 800 karamba di Waduk Kedung Ombo (WKO). Dari jumlah itu, total ikan yang mati diperkirakan mencapai 320 ton.

Kepala Disnakkan Sragen, Muh Djazairi mengungkapkan dari hasil pendataan ke lapangan, wabah kematian mendadak itu menimpa 800 karamba di WKO.

Dari 800 karamba itu tercatat merupakan milik 40 petani. Rinciannya 15 petani di wilayah Boyolayar, Ngargosari, Sumberlawang dan 25 petani lainnya di Ngasinan, Sumberlawang.

“Kalau jumlah ikan yang mati, ditotal perhitungan kami ada sekitar 320 ton. Itu terjadi di 800 karamba milik 40 petani,” paparnya Rabu (3/7/2019).

Baca Juga :  Duh Gusti, 3 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia Hari Ini Positif Terpapar. Dua Orang dari Tanon, Satu Orang Berusia 90 Tahun

Djazairi menguraikan ikan yang mati mendadak itu terdiri berbagai jenis. Mulai dari nila, tombro dan lainnya.

Mayoritas ikan yang mati itu juga sudah memasuki usia dipanen. Sehingga nominal kerugian yang diderita petani cukup besar.

“Wabah up willing itu seperti siklus. Solusi cepatnya ya memindahkan karamba yang belum kena ke tempat aman. Lalu sementara tiarap dulu. Sambil menunggu hasil lab yang akan kita lakukan terhadap kualitas air di WKO. Apakah memang karena faktor airnya, atau ada faktor lain,” terangnya.

IMG 20190701 WA0021
Hamparan ikan di karamba WKO yang mati mendadak akibat wabah up willing. Foto/Wardoyo

Ditambahkan, wabah up willing memang sangat sporadis dan memastikan. Dalam semalam bisa menghabiskan semua ikan yang terkena.

Baca Juga :  5 Jam Mediasi Kasus Arisan Online Dibandari Mahasiswi di Sragen Berakhir Buntu. Terlapor Dikasih Hati Malah Minta Jantung, Para Korban Sepakat Tetap Lanjut Jalur Hukum!

“Up willing itu terjadi turbulensi di dasar, lalu mendorong air hangat di bawah naik ke atas. Itu memicu perombakan sisa pakan yang kemudian membawa amoniak naik sehingga berakibat mematikan ikan. Dan yang terserang biasanya ikan besar dan siap panen,” tukasnya.

Salah satu petani karamba, Tri Wahyuni menuturkan di hari pertama wabah melanda, kerugian yang dialaminya sudah sekitar Rp 200 juta. Sebab ikan di 10 karamba miliknya langsung ludes jadi bangkai akibat tersapu up willing.

“Itu belum hari berikutnya. Sedih Mas, gek modalnya sebagian ngutang,” tuturnya. Wardoyo