loading...
Loading...
Bupati Juliyatmono. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  Pemkab Karanganyar kekeh tak akan bergeming untuk menutup menutup warung sate gukguk atau daging anjing.

Sikap penutupan warung kuliner daging anjing dinyatakan sudah final meski mendapat penolakan dari sebagian para pedagang.

Pemkab akannmelakukan pendekatan intensif kepada pemilik warung sate jamu yang menolak beralih usaha dengan bantuan dana.

Pendekatan diperlukan menyusul perlawanan sekitar sepuluh orang pedagang makanan berbahan daging anjing yang tetap menolak kebijakan Pemkab Karanganyar yang menutup usaha dan meminta beralih ke usaha lain.

Bupati Juliyatmono kembali mengatakan, jika kebijakan itu sudah final meski terjadi pro kontra.

Baca Juga :  Lentera Kritisi Kinerja DPRD Karanganyar Tak Ubahnya Hanya Tukang Stempel Draft Anggaran. Anggaran Rp 2 Triliun Dibahas Sekejap, Kunker dan Studi Banding Nihil Hasil

“ Ya, kami masih harus berjuang untuk meyakinkan mereka agar beralih profesi.Kami optimis kebijakan itu dapat diterima dan para pedagang dan akan beralih profesi tidak lagi berjualan sate gukguk ,” papar Juliyatmono kepada wartawan saat ditemui di Lorin Hotel kemarin malam.

Ia kembali mengingatkan jika hal itu dilakukan demi untuk kebaikan ke depan.

“Pemkab Karanganyar menyiapkan solusi berupa dana bantuan Rp 5 juta dan pendampingan selama enam bulan agar para pedagang sate gukguk itu benar-benar beralih profesi membuka usaha yang lain ,” tukasnya.

Baca Juga :  Ranting Pohon di Matesih Tewaskan Warga, Camat Imbau Lapor PLN Sebelum Memotong. Ini Tujuannya!

Seperti diberitakan, Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan alasan utama Pemkab meminta mereka beralih usaha adalah persoalan kesehatan, misalnya bahaya penyebaran penyakit rabies. Wardoyo

 

Loading...