JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sejumlah Polisi Gerebek Seorang Bandar di Sambungmacan Sragen. Diamankan Uang Tunai dan Sejumlah Peralatan Rekap 

Foto tersangka dan barang bukti. Kolase foto/Wardoyo

IMG 20190720 193324
Foto tersangka dan barang bukti. Kolase foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Tim Resmob Polres Sragen menggerebek sebuah rumah yang dijadikan markas penjualan kupon judi togel di Dukuh Butuh, Desa Banaran, Sambungmacan, Sabtu (20/7/2019). Satu bandar sekaligus pemilik rumah dibekuk dalam penggerebekan itu.

Data yang dihimpun, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 14.45 WIB. Polisi mengamankan pemilik rumah yang bertindak sebagai bandar bernama Agus Winarto (45) di rumahnya Dukuh Butuh RT 38, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Penggerebekan berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas di rumah tersangka yang dijadikan ajang penjualan judi togel.

Baca Juga :  Greysia/Apriyani Sukses Juara Ganda Putri Turnamen Bulutangkis Thailand Open 2021. Sempat Diberi Skor Afrika, Praveen/Melati Gagal Ulangi Kejayaan di All England

Berbekal informasi itu, aparat langsung melakukan pengintaian. Setengah jam kemudian, tim yang sudah memastikan ada penjualan togel di rumah itu, langsung menggerebek lokasi.

“Informasi dari warga, rumah itu memang sudah lama digunakan untuk berjualan kupon togel oleh tersangka sehingga meresahkan,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi, Sabtu (20/7/2019).

Baca Juga :  Kisah Miris Legenda Sinden Kondang Sragen, Suji Mentir. Dulu Kecantikan dan Suara Emasnya Jadi Primadona, Kini Sudah Kehilangan Suara, Bertahun-Tahun Pula Terbaring Tanpa Daya

Saat digerebek, tersangka kedapatan tengah merekap hasil penjualan. Selanjutnya diamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya satu HP merek Brancord milik tersangka, uang tunai Rp. 368.000, satu lembar Paito, sebendel keplek, selembar karbon dan dua pulpen untuk mencatat penjualan.

AKP Agus menguraikan saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres. Kepada tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHAP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Wardoyo