loading...
Loading...

Foto : istimewaSOLO,JOGLOSEMARNEWS.COM -Meski rekaman CCTV kasus tabrak lari yang menyebabkan korban meninggal dunia sudah tersebar melalui media konvensional maupun media sosial, namun pelaku tabrak lari belum juga nongol menemui keluarga korban guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keluarga korban meminta pelaku tabrak lari menyadari kesalahannya dan mau bertanggung jawab. “Kami minta pelaku bertanggung jawab. Menyerahkan diri ke pihak berwajib, itu saja,” ungkap Marthen Jelipele, suami dari almarhum Retnoning Tri  yang menjadi korban tabrak lari di Overpass Manahan Solo pada tanggal 1 Juli 2019 lalu.

Selama berhari-hari, pihak keluarga korban juga bingung mencari pelakunya. Bahkan adanya rekaman CCTV yang kemudian viral dalam dua hari ini diharapkan bisa membantu menemukan pelaku untuk mau menyerahkan diri. Namun hingga kini, belum ada kabar mengenai orang yang bertanggung jawab dalam peristiwa tabrak lari itu.

Baca Juga :  SOLOPEDULI Tambah Ambulan Gratis Untuk Wilayah Sukoharjo

Karena itulah pihak keluarga mengaku cukup kecewa dengan sikap pengemudi mobil yang melarikan usai menabrak . Namun, pihak keluarga masih berharap pelaku terketuk hatinya untuk menyadari kesalahannya dan mau bertanggung jawab di depan hukum.

Anak korban, Harry Setiawan (22) sampai kini belum ada yang menghubungi keluarga untuk menjelaskan kejadian tersebut. Belum ada itikad baik dari pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami dari keluarga menunggu itikad baik pelaku datang ke rumah meminta maaf dan bertanggung jawab. Semoga terketuk hatinya,” ungkapnya.

Keluarga juga berharap aparat kepolisian bisa mengusut kejadian itu, karena di Solo banyak terdapat kamera CCTV, termasuk di lokasi kejadian di Overpass Manahan Solo.

Baca Juga :  Bawaslu Solo Resmikan Kampung Anti Politik Uang

Seperti diketahui, dalam dua hari ini beredar video kasus tabrak lari yakni pengendara mobil menabrak pengendara motor yang kemudian ditinggalkan begitu saja di Overpass Manahan Solo. Dari video tersebut, terlihat kejadian berlangsung malam hari saat jalanan di atas overpass sepi.

Setelah menabrak, pengendara mobil tidak turun melainkan langsung melarikan mobilnya ke arah barat. Tampak pengendara mobil melaju cukup kencang dari arah selatan (lapangan Kota Barat, Jalan Dr Moewardi) menuju ke arah barat (Plasa Manahan, Jalan Adi Sucipto).

Mobil keluar dari marka jalan. Dari arah barat muncul motor yang langsung ditabrak. Pengendara motor tampak tersungkur, tidak kunjung bisa berdiri. Namun pengendara mobil hanya berhenti bebera detik kemudian kabur.

Kanit Laka Satlantas Iptu Bambang Subekti mewakili Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni membenarkan kejadian kecelakaan seperti yang termuat dalam video viral yang tersebar pada Rabu (10/7/2019) itu. Kejadian itu menimbulkan korban. “Itu kejadian tanggal 1 Juli 2019 lalu dan pelaku sampai saat ini masih dalam pencarian. Polisi sedang mengusutnya,” katanya.

Baca Juga :  Unisri Surakarta Mewisuda 403 Lulusan Baru, 168 Diantaranya Cumlaude

Belakangan, korban tabrak lari itu diketahui bernama Retnoning Tri (54) yang beralamat di Jalan Yudhistira 5, Selembaran RT 3 RW 3, Kecamatan Serengan, Solo.

Retnoning menggunakan sepeda motor bernomor polisi (nopol) AD-2499-ES. Menurut anak korban, Retnoning mengalami patah kaki dan sempat dilarikan ke RS Kasih Ibu. Namun sehari setelah kejadian meninggal. Dia meninggal dunia pada 2 Juli 2019 pukul 21.00 WIB dan dimakamkan pada 3 Juli 2019 di TPU Daksinoloyo Sukoharjo. (Marwantoro)

Loading...