loading...
Loading...

 

JAMBI, Joglosemarnews.com – Kisah tragis ini terjadi di kawasan Jalan Pattimura, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Sabtu (24/8/2019) sekitar  02.30 WIB.

Pendi dan ayahnya (57), warga RT 12, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo tewas akibat luka tusuk di bagian perut akibat melawan perampok.

Ayah dan anak tersebut merupakan penjaga pom bensin mini yang berada di kawasan Simpang Rimbo, tepatnya di gapura perbatasan Kota Jambi dan Muarojambi.

Aksi perampokan itu diketahui setelah Pendi, salah satu korban pergi ke salah satu ruko yang ada di pom bensin mini tersebut untuk meminta pertolongan warga.

Baca Juga :  Dicecar DPR Soal Firli, Ini Jawaban Alexander Marwata

Dengan tubuh yang berlumuran darah, Pendi mengetuk pintu hingga dirinya tergeletak di lantai.

Amram Sirait (50) warga setempat mengatakan sangat terkejut ketika melihat korban sudah berlumuran darah di sekujur tubuhnya.

“Saya terkejut pas buka pintu lihat dia langsung tergeletak,” katanya.

Amram mengatakan kedua korban tersebut merupakan korban dari perampokan.

Baca Juga :  Bamsoet Persoalkan Airlangga yang Tak Gelar Rapat Pleno Golkar

Pasalnya korban sempat berbicara kepada Amram jika motor dan uang korban telah hilang.

 

“Dia sempat bilang, ‘bang tolong saya dirampok,” tuturnya.

Kemudian, Amram langsung membangunkan warga sekitar untuk meminta tolong membawa korban ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi.

Namun, nyawa kedua korban tak tertolong lagi.

“Dia langsung kami bawa ke rumah sakit menggunakan mobil pick up,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Kotabaru, AKP Andi Zulkifli membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban mengalami luka tusuk di bagian perut tepat di ulu hati, samping dan punggung belakang.

Baca Juga :  Pengusutan Kasus Papua Jalan Terus, Ketua KNPB Mimika Dicokok, Diduga Jaringan Benny Wenda

Sementara Suharman mengalami luka tusuk di bagian perut samping dan tangan.

“Memang ada kejadiannya dini hari tadi, saat ini kita tengah melakukan pencarian terhadap pelaku,” kata dia.

Dari hasil otopsi yang dilakukan di rumah sakit menunjukkan, bahwa tersangka merupakan korban dari perampokan.

“Kemungkinan memang korban perampokan, karena dari otopsi menunjukkan adanya perlawanan,” tandasnya.  

www.tribunnews.com

Loading...