loading...
Loading...
Dua berkas tebal bersampul merah bertuliskan dua tersangka korupsi Alsintan Sragen yang akan dikirim ke PN Tipikor Semarang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen memastikan berkas perkara korupsi bermodus pungli bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) dari APBN dan APBD Provinsi Tahun 2017 bakal segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang.

Sehari menjelang pelimpahan, penyidik juga mengungkapkan sempat ada kendala terkait identitas tersangka Setyo Apri yang bertuliskan profesinya wiraswasta.

Pelimpahan berkas dilakukan menyusul perpanjangan masa penahanan kedua tersangka, Sudaryo (58) dan Setyo Apri Surtitaningsih (45) yang sudah diperpanjang untuk 30 hari ke depan.

Kajari Sragen, Syarief Sulaeman melalui Kasie Pidsus, Agung Riyadi mengatakan berkas perkara kasus korupsi bermodus pungli itu akan dikirimkan, Rabu (28/8/2019) besok ke PN Tipikor Semarang.

Baca Juga :  Jawaban Wawancara Tak Masuk Akal, Bupati Sragen Malah Curiga Kepribadian Sejumlah Calon Pejabat Eselon II 

“Sudah siap dan besok akan kita limpah ke Tipikor Semarang. Kita juga sudah memenuhi permintaan perpanjangan penahanan seperti yang dikehendaki  pihak Pengadilan Negeri Tipikor Semarang,” papar Agung ditemui di kantornya, Selasa (27/8/2019).

Agung menguraikan berkas perkara bersampul warna merah itu berisi ratusan lembar.

Menurutnya, dari PN Tipikor sebelumnya menyampaikan pelimpahan berkas diharapkan tidak mepet dengan habisnya masa penahanan. Sehingga pihak PN meminta agar diperpanjang masa penahanannya.

Baca Juga :  Sidang Korupsi Pungli Alsintan Sragen, 2 Mantan Anak Buah Sudaryo Lebih Banyak Jawab Tidak Tahu. Salah Satunya Ungkap Sering Lihat Apri Datang ke Ruangan Sudaryo 

“Akhirnya kita ajukan perpanjangan penahanan untuk 30 hari ke depan. Statusnya masih tahanan JPU atau kejaksaan,” terangnya.

Agung menguraikan kedua tersangka saat ini masih dititipkan di Lapas Kelas II A Sragen. Kedua tersangka ditahan pada Selasa (30/7/2019) silam.

Perpanjangan penahanan keduanya akan berakhir pada 18 September 2019.

Ia juga sempat menyampaikan sebelumnya memang ada sedikit kendala perihal status profesi tersangka Apri.

Pasalnya di identitas kependudukan (KTP) yang bersangkutan tertulis wiraswasta, sedangkan perkara ini berkenaan dengan jabatannya yang tercatat sebagai Tenaga Harian Lepas POPT Dinas Perkebunan Provinsi Jateng.

Baca Juga :  Fakta Baru Dari Penggerebekan Siswi SMP Gemolong Saat Mesum dengan Pacarnya. Ternyata Baru Sebulan Pacaran, Korban Mengaku Kenal Via FB 

Namun kendala itu akhirnya bisa terselesaikan dan mendapat surat dari instansi terkait.

“Dalam perkara ini, modusnya bantuan hibah Alsintan dari pemerintah yang harusnya diberikan cuma-cuma ke kelompok tani, tapi oleh yang bersangkutan dimintai uang sebagai imbalan,” imbuh Agung.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal Gratifikasi. Tersangka bakal dijerat dengan  Pasal 12 huruf e UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman maksimal seumur hidup paling lama 20 tahun penjara. Wardoyo

Loading...