loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com –
Ketika beberapa partai sudah menunjukkan gejala mendekat ke pemerintahan, Partai Demokrat belum mengambil keputusan apapun.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Dia mengatakan bahwa partainya belum menentukan sikap, apalagi resmi bergabung ke koalisi Jokowi.

“Belum ada. (Sikap partai) ditentukan setelah rapat majelis tinggi partai,” ujar Syarief saat dihubungi, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga :  PKS Sebut, Penambahan Kuota Pimpinan MPR Jadi 10 Orang Terkesan Bagi-bagi Jatah

Syarief tidak merinci kapan rapat tersebut akan digelar. Adapun kabar Demokrat akan bergabung ke Koalisi Jokowi pertama kali dihembuskan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Menurut Ferdinand, keputusan partainya bergabung ke koalisi Jokowi sudah diputuskan sejak 40 hari meninggalnya Istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono. Ferdinand menyebut, keputusan itu sudah resmi, tapi memang belum diumumkan.

Baca Juga :  Bikin Trenyuh, Seorang Bayi di Jember Temani Mayat Ayahnya, Saat Ditemukan Terbaring Lemah di Tangan Kanan Ayahnya, 3 Hari Tak Makan dan Minum

Syarief menegaskan, pernyataan itu hanya pendapat pribadi Ferdinand dan tidak mewakili sikap partai. Menurut politikus senior Demokrat ini, partainya tidak akan ujug-ujug bergabung ke koalisi Jokowi.

Ia menyebut ada tiga syarat jika Demokrat ingin merapat ke kubu Jokowi. Yaitu, faktor kecocokan, kebersamaan, dan faktor kenyamanan.

Baca Juga :  Ada Usulan Mengganti Sekjen PKB dengan Direktur Eksekutif

“Jadi tiga itu saja yang menjadi persyaratan kami berkoalisi,” ujar dia.

www.tempo.co

Iklan
Loading...