loading...
Loading...
Tim PMI dan Polsek bersama warga saat melakukan evakuasi di lokasi kandang yang terbakar di Miri, Sragen, Minggu (11/8/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Rentetan musibah kebakaran terus terjadi di Sragen bertepatan dengan hari raya Idul Adha Minggu (11/8/2019). Sejak pagi hingga siang hari, tercatat ada tiga musibah kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah.

Siang hari, kebakaran ketiga melanda wilayah Desa Girimargo, Kecamatan Miri. Rumah kandang milik Suradi (70) warga Dukuh Sambirejo RT 19, Girimargo, Miri, dilalap si jago merah.

Ruman dan kandang dalam kondisi kosong saat musibah terjadi. Pemilik rumah dilaporkan sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran terdeteksi terjadi pukul 12.30 WIB. Tak ada yang tahu darimana asal mula api berkobar.

Warga sudah dikejutkan dengan kobaran api besar yang muncul dari arah kandang belakang rumah korban. Kondisi kandang yang penuh muatan jerami kering membuat kobaran api semakin tak terkendali.

Baca Juga :  Kantor KUA Sragen Diobok-obok Maling, 79 Buku Nikah Kosongan Amblas Dibawa Kabur 

Warga langsung berhamburan membantu pemadaman dan mencegah agar api tak merembet ke permukiman lain.

Tak lama berselang, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku hampir dua jam, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan tak lama setelah menerima laporan tim langsung meluncur melakukan olah TKP.  Menurutnya, kondisi rumah memang kosong ditinggal penghuninya menunaikan ibadah haji.

Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi menyampaikan usai menerima informasi dari PSC 119, tim langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assesment.

Baca Juga :  Puting Beliung Mengamuk Terjang 4 Kecamatan di Sragen. Sebanyak 35 Rumah dan Masjid Rusak, Puluhan Pohon Bertumbangan ke Jalan 

“Setiba di lokasi yang terbakar adalah rumah jerami yang terbuat dari kayu. Rumah jerami terbakar disaat pemilik rumah melakukan ibadah haji dan menitipkan kepada tetangganya. Tidak ada korban jiwa, kerugian beberapa juta dan tak sampai merembet ke perumahan warga,” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...