loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya memutuskan untuk menyerahkan rancangan struktur kabinet sepenuhnya kepada Presiden Terpilih, Joko Widodo (Jokowi).

“Kami memberikan ruang kepada presiden, yang penting agenda strategis sesuai seperti yang dijabarkan partai,” ujar Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto di Jimbaran, Bali, Sabtu (10/8/2019) malam.

Presiden, menurut Hasto, punya ruang untuk merancang struktur, namun dalam seluruh program politiknya diharapkan memberikan muatan ideologis dalam pelaksanaan Nawacita.

Baca Juga :  Viral Bocah ABG di Cianjur Bakar Sepeda Motor Sendiri karena Takut Saat Ditanya SIM dan STNK oleh Petugas

Sebelumnya, Hasto menyebut struktur DPP PDIP akan menyesuaikan nomenklatur kabinet. Dalam struktur baru PDIP yang sekarang, tetap terdiri 27 personel. Namun, nama sejumlah struktur berubah, ada yang diperluas dan ada yang berganti nama.

Salah satunya adalah Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang dulu dijabat Andreas Hugo Pareira. Kini, struktur itu berubah nama menjadi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan yang dijabat Tri Rismaharini.

Baca Juga :  Ungkap Dalang Rusuh Papua, Polri Geledah Barang Bukti di Rusun

Ketika ditanya apakah artinya PDIP mengusulkan penghapusan Kemenko PMK yang kini dijabat Puan Maharani, Hasto menjawab bahwa partainya hanya menyesuaikan.

“Bidang pembangunan manusia diangkat lebih luas dan lebih strategis, ini yang akan diurus Ketua DPP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga, enggak ada struktur yang dihapus, hanya menyesuaikan nomenklatur,” ujar Hasto.

Hasto menuturkan, PDIP hanya merekomendasikan konsep besar untuk kabinet Jokowi – Ma’ruf mendatang, yakni konsep Trisakti. Konsep yang dimaksud yakni bangsa Indonesia harus berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi seperti keuangan, pangan, air, serta pertahanan dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Baca Juga :  Mesin Bocor, Kapal Layar Tenggelam di Pangkap, 3 ABK Hilang

“Kami meneguhkan Trisakti, sama juga desain kabinet yang kami harapkan seperti itu. Kalau struktur kabinet hak presiden, tapi roh, konten, filosofi, dan agenda strategisnya, partai memberikan kebijakan,” ujar Hasto Kristiyanto.

www.tempo.co

Loading...