loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gayung pun bersambut ketika dilakukan launching logo Muktamar Muhammadiyah ke-48. Saat itu,  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Surakarta mengangkat kembali gagasan besar KH Ahmad Dahlan.

Momen itu dibalut dengan acara Wedangan & Bedah Buku Boeah Fikiran Kijai H.A. Dachlan karya Abdul Munir Mulkhan.

Acara tersebut  diselenggarakan di Aula Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Kamis (1/8/2019).

Dalam acara tersebut terungkap, sedari awal, sejak didirikannya, Muhammadiyah tidak lepas dari gerakan yang bersifat filantropis. Di mana, salah satu bagian dari visi gerakannya adalah mengenai  pendidikan.

Abdul Munir Mulkhan sendiri adalah salah seorang tokoh dan pemikir di Muhammadiyah. Melalui bukunya itu, dia  berupaya mengupas tentang teknis pendidikan.

Gerakan pencerahan yang dia angkat, salah satunya adalah Etos Guru-Murid yang menjadi uraian pikiran KH Ahmad Dahlan.

Ada empat pilar dalam penjabarannya, pertama, penyadaran bahwa setiap orang harus merasa wajib meyebarkan ilmu yang dikuasai.

Kedua, mengembangkan pada diri setiap manusia, sebagai guru selalu mengajar dan sebagai murid selalu belajar.

Ketiga, penempatan daya kreatif sebagai akar nilai dan kegunaan hidup. Keempat, penyelamatan dunia dengan modal kesehatan dan kerjasama dengan menempatkan kitab suci sebagai azas hidup di dunia.

Baca Juga :  CATAT! Kini Masyarakat Dilarang Saksikan Naik Turun Pesawat di Sebelah Barat Bandara Adi Soemarmo

Sesuai dengan pokok pikirannya dari berbagai sumber dapat dikemukakan pandangan KH Ahmad Dahlan mengenai isi pendidikan Islam.

secara rinci isi pendidikan Islam atau yang perlu diajarkan dalam sistem pendidikannya adalah: iman, cinta sesama manusia dan pemihakan pada orang yang sengsara.

Dalam acara tersebut, hadir lima orang pembicara yang berkompeten, yakni Prof Dr H Abdul Munir Mulkhan, SU (Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) selaku penulis buku.

Bertindak selaku pembahas, MT Arifin (peneliti Muhammadiyah), Dr Mohammad Ali, M.Pd (pengamat dan praktisi pendidikan Muhammadiyah sekaligus Wakil Sekretaris PDM Kota Surakarta.

Ada pula Drs H Joko Riyanto, SH MM MH (Wakil Ketua II PDM Kota Surakarta) dan Prof Dr Hermanu Joebagio, MPd (Guru Besar Sejarah Islam UNS).

Acara bedah buku tersebut dipandu oleh Arif Saifudin udistira, S.Pd yang merupakan Tuan Rumah Pondok Filsafat Solo, sekaligus Kepala SMK Citra Medika Sukoharjo.

Baca Juga :  Senam Semar, Awali Pencanangan UNS Sebagai Kampus Sehat

Mengambil dan memanfaatkan dua momentum sekaligus, yaitu hari kelahiran dari Kyai Dahlan dan menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah ke 48 tahun 2020 di mana Surakarta menjadi tuan rumahnya.

Abdul Afif selaku ketum cabang terpilih berharap inisiatif bedah buku itu menjadi bentuk usaha untuk menyalakan kembali spirit pembaharuan pendidikan yang berkemajuan yang sejak sebelum proklamasi sudah digagas dan dilaksanakan oleh Kyai Dahlan.

Demikian halnya dengan Husain Hanafi selaku ketua panitia pelaksana. Melalui acara bedah buku tersebut, dia berharap nilai-nilai yang diperoleh dari acara tersebut dapat dipahami dan  diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi kalangan mahasiswa. A Setiawan

Loading...