loading...
Loading...
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Dua kasus obat kadaluwarsa terjadi di Puskesmas Blora dan Jakarta Utara. Kini kedua kasus tersebut dalam pengusutan pihak berwajib.

Sebenarnya apa bahaya obat kedaluwarsa bagi pasien? Dalam akun Instagram resminya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan dampak perubahan kandungan obat jika sudah kedaluwarsa.

“Dapat dimungkinkan obat kedaluwarsa mengalami penurunan kadar sehingga khasiat obat berkurang,” tulis akun resmi itu pada 23 Agustus 2019.

Selain itu, dampak lain yang bisa terjadi adalah obat dapat terurai menjadi zat lain yang dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga :  Ini Sayur-Sayuran yang Ampuh Turunkan Kolesterol

“Tanggal kedaluwarsa menunjukkan kestabilan suatu obat selama masa penyimpanan berdasarkan hasil ujian laboratorium,” bebernya.

Batas waktu maksimal obat yang dapat dikonsumsi sesuai dengan waktu kedaluwarsa yang tercantum dalam kemasan.

BPOM meminta masyarakat harus cermat memperhatikan batas kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.

“Ingin sembuh, jangan mengonsumsi obat kedaluwarsa,” tulisnya.

Sebelumnya, seorang pasien Puskesmas Kamal Muara datang untuk melakukan pemeriksaan kandungan dengan keluhan mual dan tidak selera makan pada 13 Agustus 2019.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan puskesmas, N mendapatkan resep untuk mengurangi keluhan yang dirasakan, di antaranya Vitamin B6, B12, Asam Folat dan Kalsium.

Baca Juga :  BPOM Larang Izin Edar Vape Karena Ini

Pihak keluarga mengetahui bahwa salah satu suplemen, yakni Vitamin B6 telah kedaluwarsa satu hari setelah diperiksa di Puskesmas. N sudah mengonsumsi Vitamin B6 sebanyak dua tablet.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada wanita berinisial N dan keluarga atas pelayanan Puskesmas Kamal Muara, yang memberikan obat kedaluwarsa.

“Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada Ny. N dan keluarga atas pelayanan kami,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti, dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat (23/8/2019).

Baca Juga :  Ini Sayur-Sayuran yang Ampuh Turunkan Kolesterol

Saat ini Dinas Kesehatan sedang mendalami kasus ini dan melaksanakan klarifikasi terhadap Puskesmas dan jajarannya.

Selama periode ini, apoteker yang bersangkutan dibebastugaskan sementara.

Untuk memastikan kondisi kesehatan pasien dan mempertimbangkan keinginan keluarga, Puskesmas memfasilitasi pasien untuk diperiksa oleh dokter spesialis kandungan di RS BUN pada 15 Agustus 2019.

“Hasil pemeriksaan dokter spesialis menunjukkan bahwa kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat,” ujar Widyastuti.

www.tempo.co

Loading...