JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini Kata Polisi Terkait Kematian Anggota Paskibra Tangsel Aurellia

Bendera Merah Putih

small d3d5b3fc0af9200b293906dbe3878d34 7e06f585f70e66880b7cd08cfa77899e
Bendera merah putih

TANGERANG SELATAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meninggalnya seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tangerang Selatan, Aurellia Quratu Aini pada 1 Agustus 2019 lalu menjadi perbincangan. Remaja putri yang meninggal tersebut diduga karena kekerasan dari seniornya saat pendidikan paskibra.

“Untuk Polres Tangerang Selatan sedang mendalami informasi tersebut,” kata kepala satuan reserse kriminal polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Muharram Wibisono, Sabtu (3/8/2019).

Menurut Muharram, sampai dengan saat ini, pihak keluarga dari Aurellia Quratu Aini belum ada yang melapor ke polres Tangerang Selatan. “Saat ini belum ada laporan,” kata dia singkat.

Baca Juga :  Awas, Gunung Raung Mulai Meletus Muntahkan Abu Vulkanis Membentuk Kolom Sekitar 400 Meter

Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie turut berduka atas kejadian tersebut, saat diketahui meninggal dunia, ia langsung mendatangi rumah duka di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.

“Saya sempat melayat ke rumah duka. Kalau memang orang tua ada keraguan saya kira proses hukum bisa ditempuh, proses pelatihan paskibra di Tangerang Selatan tidak ada kekerasan fisik,” ujarnya.

Benyamin juga mengatakan, kalau sampai pukul memukul itu tidak ada, karena sudah bertahun tahun latihan paskibraka seperti itu.

“Saya tidak ingin berasumsi terhadap hal itu saya menyerahkan semuanya terhadap keluarga apa maunya keluarga, saya juga sudah bilang ke Dinas pemuda dan olahragap serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangerang Selatan untuk dikomunikasikan terhadap orang tua,” demikian Benyamin.

Baca Juga :  Sempat Memunculkan Kekhawatiran, Polisi Jamin Pam Swakarsa Kini Bakal Berbeda dengan Era 1998

Kalau sudah berkomunikasi dengan orang tua, dia menambahkan, dan ortu mau menarik anak- anaknya dari pelatihan Paskibra, PPI harus mengambil langkah-langkah berikutnya untuk mencari pengganti.

“Kita menyerahkan sepenuhnya hak orang tua karena sejak awal pun meminta izin dari orang tua secara tertulis,” Benyamin mengimbuhkan terkait soal kematian anggota Paskibra tersebut.

www.tempo.co