loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Wilayah Jakarta dan Banten berpotensi mengalami kekeringan pada kemarau tahun ini. Ini merupakan imbas dari musim kemarau yang melanda kedua provinsi itu sejak bulan lalu.

Demikian pengamatan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Karena itu, BMKg mengeluarkan peringatan dini kekeringan  di dua wilayah tersebut.

Kondisi ini merupakan imbas musim kemarau yang melanda kedua provinsi ini sejak bulan lalu.

“Data hari per hari hingga update 20 Agustus 2019 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Sukasno dalam keterangan tertulis, Kamis (24/8/2019).

Baca Juga :  Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Terkait Dugaan Penyelundupan Sepeda Motor Harley Davidson, Kasusnya Akan Diusut Tuntas

Dalam keterangannya, Sukasno menjelaskan curah hujan di Jakarta dan Banten berada di angka sangat rendah, yakni sekitar 20 mm per dasarian atau sepuluh hari berturut-turut.

Dengan rendahnya curah hujan tersebut, peringatan dini bencana kekeringan dapat dikeluarkan.

Adapun dampak dari kekeringan ini, wilayah Jakarta dan Banten akan mengalami pengurangan ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih. Selain itu, musim kemarau ini akan memperparah polusi udara di Jakarta.

“Selain itu akan berdampak pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan di wilayah Banten dan DKI Jakarta,” kata Sukasno.

Baca Juga :  Ma'ruf Amin Minta, di Era Milenial Para Da'i Menjadi Da'i Digital

Adapun wilayah yang mengalami kekeringan adalah seluruh wilayah di Jakarta kecuali Kepulauan Seribu dan wilayah di Banten seperti Lebak, Pandeglang, Serang, dan Tangerang. Kondisi kekeringan ini diperkirakan BMKG akan berlangsung hingga akhir September 2019.

www.tempo.co

Loading...