loading...
Dua tersangka korupsi alsintan, Sudaryo dan Apri saat keluar dari Kejari Sragen untuk ditahan di Lapas Sragen, Rabu (31/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM Kejaksaan Negeri Sragen memperpanjang masa penahanan dua tersangka kasus dugaan korupsi bermodus pungli bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) dari APBN dan APBD Provinsi Tahun 2017. Kedua tersangka, Sudaryo (58) dan Setyo Apri Surtitaningsih (45) diperpanjang penahanan untuk 30 hari ke depan.

Kajari Sragen, Syarief Sulaeman melalui Kasie Pidsus, Agung Riyadi mengatakan masa perpanjangan dilakukan karena permintaan pihak Pengadilan Negeri Tipikor Semarang.

Menurutnya, dari PN Tipikor menyampaikan pelimpahan berkas diharapkan tidak mepet dengan habisnya masa penahanan. Sehingga pihak PN meminta agar diperpanjang masa penahanannya.

“Akhirnya kita ajukan perpanjangan penahanan untuk 30 hari ke depan. Statusnya masih tahanan kejaksaan,” paparnya, Kamis (15/8/2019).

Baca Juga :  Diminta Segera Angkat Kaki, Penghuni Warung-Warung Semok Gunung Kemukus Sragen Mengaku Pasrah. Pemkab Siapkan Ganti Rugi Rp 1 Juta Per Bangunan

Agung menguraikan kedua tersangka saat ini masih dititipkan di Lapas Kelas II A Sragen. Sementara terkait pelimpahan berkas kedua tersangka, direncanakan akan dilimpahkan pekan depan.

Menurutnya, berkas dakwaan sudah selesai dan siap untuk dilimpahkan. Kedua tersangka ditahan pada Selasa (30/7/2019) silam.

Penahanan kedua tersangka berakhir 18 Agustus 2019. Karenanya, sebelum tanggal 18 Agustus, pihaknya menarget berkas sudah dilimpahkan ke pengadilan negeri Tipikor Semarang.

“Modusnya bantuan hibah Alsintan dari pemerintah yang harusnya diberikan cuma-cuma ke kelompok tani, tapi oleh yang bersangkutan dimintai uang sebagai imbalan,” tutur Agung.

Baca Juga :  Mangkir Lagi, Tersangka Baru Korupsi RSUD Sragen Terancam Dijemput Paksa. Kejari Layangkan Panggilan Ketiga!

Kedua tersangka dijerat dengan pasal Gratifikasi. Tersangka bakal dijerat dengan  Pasal 12 huruf e UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman maksimal seumur hidup paling lama 20 tahun penjara. Wardoyo