loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Seorang perempuan yang diduga melakukan kawin lari dipukuli di depan umum. Peristiwa yang terekam di sebuah video itu terjadi distrik Anantpur, negara bagian Andhra Pradesh, India.

Perempuan yang tidak diketahui identitasnya itu, dipukuli sambil ditonton oleh sejumlah orang.

Peristiwa itu terjadi Rabu (14/8/2019) di desa KP Doddi, distrik Anantpur, negara bagian Andhra Pradesh, India. Perempuan muda yang dipukuli itu rupanya kawin lari dengan sepupu laki-lakinya, yang berusia 20 tahun.

Kedua pasangan dimabuk asmara itu tertangkap dan dibawa kembali ke distrik Anantpur dan di perlihatkan pada masyarakat. Seorang laki-laki dewasa yang diduga ketua adat memberikan peringatan keras atas asmara terlarang itu.

Baca Juga :  Gara-gara Menstruasi di Sekolah, Siswi Ini Disetrap Guru. Pulang ke Rumah Langsung Gantung Diri

Dalam rekaman itu terlihat, sepupu laki-laki yang kawin lari tersebut duduk di tanah dengan tatapan mata menunduk. Sedangkan laki-laki dewasa yang diduga ketua adat itu menginterograsi perempuan muda tersebut.

Jawaban dari perempuan itu mengecewakan si laki-laki dewasa itu sehingga dia memukulinya berkali-kali. Awalnya, dia memukul dengan tangan kosong, namun selanjutnya dia menggunakan sebuah tongkat.

Baca Juga :  Ngeri, Pecandu Vape Berusia 18 Tahun Hidup dengan Paru-paru Usia 70 Tahun

Kepala Polisi distrik Anantpur, B Yesubabu mengatakan tidak ada seorang pun yang datang pada aparat kepolisian mengadukan kejadian ini.

“Yang saya dengar, orang yang dituakan itu mengintervensi atas nama orang tua mereka sehingga gugatan hukum pun tidak ada,” kata Yesubabu.

Menurut Yesubabu, pihaknya telah mengirimkan seorang polwan untuk mencek apakah perempuan muda tersebut akan mengajukan laporan hukum.

Jika dia telah melakukan hubungan fisik dengan sepupunya yang berusia 20 tahun, maka laki-laki itu bisa terkena Undang-Undang Perlindungan Anak dari kekerasan seksual atau POCSO.

Baca Juga :  Arkeolog Israel Temukan Benteng Kuno Tempat Kemunculan Yesus?

Namun jika tidak ada gugatan hukum yang diajukan, maka kepolisian akan menuntut keadilan dalam kasus ini di bawah Undang-Undang Pencegahan Kejahatan.

Aktivis HAM anak, Achyutha Rao, mengatakan pihaknya telah memperingatkan Komisi Nasional Perlindungan hak-hak anak India atas kasus ini dan menuntut agar kasus yang disebutnya upaya pembunuhan dan kekejaman terhadap anak dibawa ke meja hijau.

www.tempo.co

Loading...