JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Ketua Pepadi Ajak Masyarakat Saksikan Pagelaran Wayang Kulit Bulanan

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Solo Prof. Dr. Sarwanto MS., S.Kar. M.Hum. Istimewa

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia Pepadi Solo Prof. Dr. Sarwanto MS. S.Kar . M.Hum
Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Solo Prof. Dr. Sarwanto MS., S.Kar. M.Hum. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Solo Prof. Dr. Sarwanto MS., S.Kar. M.Hum, mengundang masyarakat untuk menghadiri pergelaran rutin wayang kulit purwa yang diadakan pleh PEPADI Kota Surakarta bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dalam rangka menyambut HUT ke-74 Republik Indonesia.

“Pementasan kali ini akan dilaksanakan oleh Ki Rustomo Mukti, S.Sn dari Jajar dan Ki Dr. Suyanto, S.Kar., MA dari Jebres, pada hari Kamis, 15 Agustus 2019 pada pukul 19.30 WIB hingga selesai,” katanya, Senin (5/8/2019).

Diakui Sarwanto, selama ini diutamakan dalang yang berdomisili di Surakarta. Sebagai catatan bulan Juli kemarin kita merasa bangga karena yang hadir lebih banyak, dihadiri dari pemuda-pemudi dan keluarga bapak, ibu, anak-anak kekikinian yang antusias terhadap pertunjukkan wayang.

Baca Juga :  Digugat Praperadilan Oleh Kuasa Hukum 'Koboy' Lukas Jayadi, Begini Jawaban Santai Kasatreskrim Polresta Solo

“Hal ini dikandung maksud untuk memberikan kesempatan bagi para dalang Surakarta untuk selalu eksis dalam karya Pedalangan, harapannya mari berbondong-bondong menyaksikan Wayang Kulit Bulanan yang digelar oleh PEPADI bekerja sama dengan Disbud agar selalu eksis dalam karya Pedalangan,” ucapnya.

Sementara itu, Agung Sudarwanto, M.Sn yang merupakan anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Solo mengemukakan Pagelaran Bulanan yang digelar di Pendhapa Ageng Balaikota bertujuan untuk menggugah Apresiasi Seni Pedalangan di masyarakat.

Baca Juga :  Habis Disuntik Vaksin Covid-19, 2 Orang di Solo Langsung Alami Gejala Ini. Dari Nyeri Sampai Nggliyer!

“Bagi para seniman dalang, sebagai wadah untuk berkreasi dan berinovasi dalam karya Seni Pedalangan agar selalu meruang dan mewaktu, Saya secara Pribadi mulai mendalang sejak kelas lima SD tahun 1990,” ujar Ki Agung, Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 itu. Triawati PP