JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais Tegaskan Tak Akan Minta Jatah Menteri. Tapi Sebut Banyak Kader Mumpuni dan Siap Jika Diminta Bantu Pemerintahan Jokowi! 

Ahmad Dahlan Rais. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20190801 WA0047
Ahmad Dahlan Rais. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais menyampaikan banyak kader Muhammadiyah yang siap untuk membantu di pemerintahan Jokowi periode ke dua.

Ditambahkan Dahlan Rais selama ini komunikasi Muhammadiyah dengan Jokowi intens dilakukan dan berjalan dengan baik. Akan tetapi pihaknya tidak pernah meminta untuk diberikan jatah menteri.

“Dan sepertinya beliau (Jokowi) senang kalau diundang Muhammadiyah. Luar biasa,” jelasnya usai peletakan batu pertama gedung baru  di RS PKU Muhammadiyah Papahan Karanganyar, Kamis (1/8/2019) malam.

Baca Juga :  Kisah Pilu Dwi Rahayu, Wanita Asal Jumantono Karanganyar Tinggal Tulang Terbungkus Kulit Digerogoti Penyakit Misterius. Sudah 3 Tahun Terbaring Tak Berdaya, Tak Punya BPJS, Suami Malah Tega Kawin Lagi

Dahlan Rais menguraikan banyak sekali kader Muhammadiyah yang mumpuni dan siap jika sewaktu-waktu diminta untuk membantu jalannya pemerintahan Jokowi.

Meski begitu, Dahlan Rais tegaskan jika Muhammadiyah tidak akan meminta jatah kursi dalam kabinet yang sedang disusun oleh Presiden Jokowi. Pemilihan siapa yang akan menjadi menteri adalah hak sepenuhnya dari Jokowi.

“Kan itu hak prerogatif presiden. Dan Muhammadiyah tidak akan minta jatah menteri. Namun jika diminta dan diberi kesempatan untuk ambil bagian, Insya Allah siap,” tandasnya.

Baca Juga :  Awas, Kasus Meroket Terus Karanganyar Masih Setia Jadi Zona Merah Covid-19. Total Sudah 196 Warga Meninggal Dunia, Hajatan Jadi Kegiatan Paling Rawan!

Disebutkan juga oleh  Dahlan Rais, politik itu sangat dinamis dan politik itu ibaratnya seperti cuaca. Semisal pagi hari mendung, tiba-tiba siang harinya panas terik menyengat.

“Politik itu ibaratnya cuaca. Gonta-ganti bolak-balik. Dan pastinya beda dengan dakwah Muhammadiyah yang seperti air mengalir dari sebuah mata air,” imbuhnya. Wardoyo