loading...
Loading...
Prabowo Subianto dan Bupati Sragen Kusdinar Yuni Sukowati. Foto Kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati akhirnya buka suara soal spekulasi statusnya di Partai Gerindra. Yuni yang melompat ke Gerindra demi maju Pilkada Sragen 2016 usai dipecat dari PDIP, mengaku sudah memutuskan untuk mundur dari Gerindra.

Keputusan Yuni diambil dengan alasan mengejutkan. Ia secara tersirat mengaku telah bersalah lantaran berseberangan haluan dengan Gerindra saat Pemilu 2019 lalu.

Hal itu terungkap dari pernyataan Yuni kepada wartawan saat ditemui di GOR Diponegoro Sragen, Jumat (23/8/2019).

Yuni yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji, mengatakan dirinya memang telah mengajukan pengunduran diri sebagai kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan juga Ketua Dewan Pembina parpol tersebut.

Baca Juga :  Jelang Coblosan, MUI Sragen Ungkap Fenomena Banyak Calon Kades Ramai-ramai Main Dukun

Pengunduran diri itu diajukan usai Pemilu April 2019 lalu. Yuni mengatakan  dalam sebuah organisasi ada aturan yang harus ditaati oleh setiap kader, terikat dengan keputusan partai.

Alasannya mundur lantaran pada saat Pilpres 2019 Yuni mengaku mengambil sikap yang berbeda dengan keputusan Partai Gerindra.

Saat itu, dirinya mendukung paslon nomor 01 sementara garis instruksi partai Gerindra mendukung paslon 02.

Pihaknya siap dengan keputusan Partai karena telah berseberangan. Keputusannya tersebut tentunya membawa dampak dan konsekuensi.

“Oleh sebab itu sebelum semuanya menjadi masalah yang berkepanjangan, saya mengajukan permohonan pengunduran diri secara resmi Kepada Gerindra sebagai ketua dewan pembina sekaligus kader partai Gerindra,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Kondisi Terkini 4 Siswa SMKN 1 Kedawung Sragen Asal Papua. Kapolres  Berharap Segera Kembali 

Pengajuan ini disampaikan kepada DPC, DPD termasuk DPP Gerindra sebelum berangkat haji lalu. Langkah ini diambil sebagai bentuk menghormati parpol tersebut.

“Tentu saja saya tidak bisa mengharapkan untuk gerinda mentolerir atau pun memberikan dispensasi atau istilahnya memberikan maaf atau apalah namanya untuk saya,” urainya.

Yuni juga mengaku telah dibesarkan oleh Partai Gerindra maupun PDIP. Bahkan ia mengaku kedua parpol tersebut telah membentuk karakter sebagai seorang pemimpin di Sragen. Ditanya soal pengajuan rehabilitasi kader PDI-P, Yuni mengaku belum mendapatkan jawaban apapun dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

Baca Juga :  Ribuan Jemaah dan Warga Jambanan Larut Dalam Salawat Bersama Habib Muhammad Lutfi. Dipesan Jaga NKRI dan Hormati Pemimpin 

Pernyataan itu sekaligus menjawab isyarat dari Ketua DPC Gerindra Sragen, Sri Sunaryo yang mengatakan bahwa Yuni bakal memberi kejutan untuk Gerindra sepulang haji.

Meski saat itu dirinya belum tahu apa kejutan itu, firasatnya memang mengatakan jika kejutan itu kemungkinan adalah hengkang dari Gerindra ke PDIP seperti yang banyak diperbincangkan.

“Apa kejutan itu, saya juga belum tahu,” tuturnya kepada Joglosemarnews.com belum lama ini. Wardoyo

 

Loading...